Triwulan 1 2021, Permintaan Hunian Terus Meningkat

Oleh MinPro
Selasa, 27 Apr 2021 20:58:59

JAKARTA - Kendati pandemi Covid-19 terus bergulir, namun Triwulan 1 di Tahun 2021 ini permintaan hunian terus meningkat. Hal tersebut juga terbukti pada harga rumah tipe 70 ke bawah secara nasional terus menunjukkan peningkatan mencapai 5,24% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Maret 2021.

Hasil riset Housing Finance Center (HFC) di bawah naungan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kenaikan harga rumah secara nasional terekam seiring dengan kebutuhan mendesak akan hunian di masa pandemi ini.  Terlebih, pandemi mengubah pola hidup masyarakat di mana mayoritas kegiatan dilakukan di rumah.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menjelaskan, kenaikan itu menjadi peluang besar bagi sektor perumahan tumbuh positif setelah setahun penyebaran virus Corona terjadi di Indonesia.

“Sejalan dengan kebutuhan rumah yang mendesak, serta berjalannya program vaksinasi, infrastruktur yang terus dibangun, stimulus dan subsidi di sektor perumahan dari pemerintah, dan ekosistem perumahan yang terus dikembangkan oleh Bank BTN, kami meyakini sektor perumahan nasional akan semakin terakselerasi,” ujar Haru.

Sementara itu Investor Relations and Research Division Head Bank BTN Winang Budoyo merinci HPI nasional naik dari 170,12 di Maret 2020 menjadi 179,02 di bulan yang sama tahun ini.  Kenaikan harga rumah nasional per Maret 2021 tersebut ditopang oleh  peningkatan signifikan di rumah tipe 70 sebesar 5,49% yoy dari 153,40 menjadi 161,82 per triwulan I/2021.

Peningkatan signifikan harga rumah di tipe 70, lanjut Winang, bahkan lebih tinggi dari pada pertumbuhan sebelum pandemi yaitu sebesar 4,86% yoy di Desember 2019. “Vaksinasi Covid-19 sebagai salah satu program pemerintah sepertinya telah memberikan kepastian kondisi ekonomi ke depannya, sehingga masyarakat mulai percaya diri untuk kembali melakukan pembelian rumah,” ujar Winang.

Hasil riset HFC juga mencatat rumah tipe 36 dan 45 ikut konsisten menunjukkan peningkatan. Rumah tipe 36 terpantau naik 5,54% yoy per Maret 2021 menjadi 194,91 dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhannya pada Desember 2020 sebesar 4,26% yoy. “Kenaikan harga rumah tipe 36 tersebut telah mendekati pertumbuhannya sebelum Covid-19 di Desember 2019 yang sebesar 5,55% yoy,” paparnya.

Kemudian untuk rumah tipe 45 juga mengalami kenaikan sebesar 4,51% yoy menjadi 164,40 per Maret 2021. Kenaikan tersebut terekam lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2020 sebesar 3,97% yoy. “Kenaikan harga tipe 45 yang mulai tumbuh menunjukkan masyarakat mulai bersiap untuk memasuki iklim investasi yang lebih baik,” tegas Winang.

Berdasarkan data HPI BTN menunjukkan, Jabodetabek menjadi wilayah dengan pertumbuhan harga rumah tertinggi atau sebesar 5,88% yoy per triwulan I/2021. Secara provinsi, Sulawesi Utara menempati posisi nomor wahid dalam pertumbuhan harga rumah yang mencapai 8,95% yoy pada Maret 2021.