PUPR Tingkatkan Layanan Rumah Subsidi Melalui Aplikasi Canggih

Oleh MinPro
Kamis, 18 Mar 2021 20:25:42

JAKARTA -  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengembangkan teknologi aplikasi terbaru untuk memastikan tingkat ketepatan sasaran rumah subsidi yang  bersumber dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Aplikasi terbaru yang dikembangkan PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) tersebut diharapkan bisa disalurkan benar-benar tepat sasaran khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin menjelaskan aplikasi Sistem Aktivasi QR Code (SiAki QC). Aplikasi SiAki QC itu dikembangkan dengan tujuan bisa memastikan tingkat keterhunian dan ketepatan sasaran terhadap rumah KPR Sejahtera yang difasilitasi dana FLPP. "Melalui SiAki QC, pemerintah dapat memastikan penghuni dari rumah KPR Sejahtera FLPP telah sesuai dengan data penerima FLPP. Aplikasi SiAki QC ini diperuntukkan bagi bank pelaksana untuk melaporkan informasi kepenghunian setiap debitur KPR Sejahtera," kata Arief Sabaruddin.

Menurutnya, PPDPP memastikan setelah dilakukannya uji coba QR Code tersebut, akan dilakukan koordinasi berkelanjutan secara intensif, bersama dengan stakeholder agar tidak membebani semua pihak. Arief Sabaruddin mengatakan, adanya beragam pengembangan aplikasi yang dilakukan PPDPP, maka pemerintah dapat lebih mengontrol seluruh proses bisnis pembangunan rumah, terutama rumah bersubsidi.

“Saat ini kita sudah tidak berbicara ketersediaan hunian, karena sudah ada SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan). Kita tidak berbicara lagi kualitas, karena sudah ada SiPetruk (Sistem Pemantauan Konstruksi),” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak akan berbicara mengenai ketepatan sasaran karena sudah ada aplikasi terbaru yang mereka kembangkan. “Dan tidak lagi berbicara tentang ketepatan sasaran hunian, karena sudah ada SiAki QC. Kita tidak hanya menargetkan membangun hunian semata, melainkan membangun kehidupan,” ujar Arief Sabaruddin.

Pemerintah mengalokasikan dana bantuan pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2021 sebesar Rp19,1 triliun untuk 157,500 unit rumah. Adapun realisasi untuk Penyaluran FLPP per 10 Maret 2021 adalah sebesar Rp454,95 miliar yang didistribusikan untuk 1.389 unit rumah, atau telah terealisasi sebesar 2,65 persen dari target yang telah ditetapkan. Dengan demikian, total dari penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga 10 Maret 2021 telah mencapai Rp56,05 triliun untuk 769.024 unit rumah.