Prosedur Take Over KPR dan Syaratnya

Oleh Admin
Thursday, 25 Feb 2021 06:33:42

JAKARTA - Dalam pembelian rumah secara KPR, mungkin bisa mempertimbangkan opsi untuk beli rumah KPR yang di-take over oleh pemiliknya. Take over KPR merupakan sebuah tindakan pengalihan kepemilikan sebuah rumah dari seseorang kepada orang lain atau pihak lain (bank) dilakukan dengan sebuah perjanjian resmi dan sah berdasarkan hukum serta ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA: 
Kiat Proses Take Over KPR Secara Mudah

Take over bisa saja dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain: mendapatkan bunga yang lebih ringan, beli rumah yang lebih besar dan sesuai dengan kebutuhan, kebutuhan keuangan yang begitu mendesak, serta berbagai alasan lainnya. Proses take over KPR  tentu harus dilakukan dengan sebuah surat perjanjian, sehingga kedua belah pihak terlibat di dalamnya tidak akan mengalami kerugian, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa macam take over KPR yang lazim terjadi dan dilakukan pada KPR. Take over antar bank biasanya dilakukan oleh mereka yang menginginkan bunga KPR lebih ringan dari yang mereka miliki saat ini. Hal ini pada umumnya dilakukan karena adanya penawaran yang jauh lebih baik dan menguntungkan dari bank lain, di mana seseorang lebih memilih untuk mengajukan KPR baru dan melakukan take over pada KPR sebelumnya yang telah dimilikinya.

SYARAT TAKE OVER KPR

Syarat take over KPR antar bank: 

- Umumnya sama saja dengan berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh bank ketika pengajuan KPR sebelumnya

- Bank akan meminta kelengkapan identitas diri (KTP, Kartu Keluarga) dan juga bukti penghasilan tetap setiap bulannya

- Namun selain persyaratan standar yang dipenuhi pada pengajuan KPR awal, bank juga akan meminta sertifikat rumah yang akan di take over tersebut.

Take over hanya akan bisa dijalankan jika memang telah memiliki sertifikat rumah tersebut karena hal ini akan dijadikan sebagai jaminan atas kredit yang ajukan.

Dengan begitu, maka proses take over hanya bisa dilakukan jika setidaknya telah memiliki masa cicilan selama satu tahun, di mana setelah masa tersebut biasanya sertifikat rumah telah terbit dan dipegang oleh pihak bank.

Jika ternyata sertifikat telah dipegang oleh pihak bank pertama yang digunakan, maka proses take over berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka bank akan melakukan proses take over tersebut. Pihak bank akan melakukan analisa kredit dan juga proses appraisal atau perhitungan ulang terhadap nilai rumah yang akan di take over tersebut.