Pasar Properti Terganjal PPKM Darurat, Ini Penyebabnya!

Oleh MinPro
Rabu, 07 Jul 2021 12:37:09

JAKARTA - Pasar properti kian melambat karena terganjal aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Perlambatan pasar properti juga disebabkan oleh mobilitas masyarakat yang berkurang serta tidak banyaknya konsumen bisa melakukan cek fisik properti ke lokasi pemasaran. Padahal, konsumen properti umumnya masih memerlukan cek fisik unit properti.

BACA JUGA: PPKM Darurat Tak Pengaruhi MBR Punya Rumah

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menambahkan, konsumen akan menghitung ulang rencana pembelian properti di tengah ketidakpastian ekonomi. Selama pandemi Covid-19, sektor apartemen sangat terpukul anjlok hingga 80 persen. Pasar sewa apartemen juga melemah dan sebagian unit kosong. ”Pengetatan PPKM akan berdampak pada semakin banyak penundaan pembelian properti,” kata Ali Tranghanda.

Menurutnya, konsumen properti cenderung akan menunggu kepastian situasi ekonomi dan mengamankan arus kas di tengah penerapan PPKM darurat. Pilihan utama pembelian properti diperkirakan berupa rumah tapak dan tanah.

BACA JUGA; PPKM Darurat, BPN Minta Jajaran Patuhi Aturan

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menargetkan pemulihan aset di atas Rp2 triliun sepanjang 2021 dari ribuan unit properti yang ditawarkan perseroan kepada investor. Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, perseroan menawarkan 8.140 unit dengan nilai sekitar Rp3 triliun melalui gelaran Asset Sales Festival Nasional Bank BTN Tahun 2021. Adapun aset yang ditawarkan berupa rumah tapak, ruko, apartemen, proyek perumahan dan hotel.

Hingga Mei 2021, emiten berkode saham BBTN itu berhasil melakukan pemulihan aset senilai Rp423 miliar. Dengan adanya kegiatan festival tersebut, diharapkan jumlah pemulihan aset bisa bertambah lagi. "Tahun ini, kami menargetkan recovery aset mencapai Rp2,1 triliun," ujar Haru.

BACA JUGA: Stimulus PPN Menjadi Katalis Positif di Sektor Properti

Haru pun mengajak investor yang tertarik dengan sektor properti untuk bisa ikut dalam Asset Sales Festival Nasional Bank BTN tersebut mengingat banyak properti yang potensial dan menguntungkan.

Kegiatan Asset Sales Festival tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang diadakan di lima kota tahun lalu. Tahun ini, setelah Yogyakarta, rencananya Asset Sales Festival akan digelar di Jakarta dan Surabaya. "Tahun lalu dari acara Asset Sales Festival ini, aset yang berhasil dijual Rp513 miliar. Tahun ini kami targetkan Rp600 sampai Rp700 miliar," kata Haru.