Minimalisir Risiko, Begini Cara Beli Rumah Inden

Oleh MinPro
Jumat, 19 Mar 2021 21:24:07

JAKARTA - Ditengah pandemi seperti sekarang, investasi properti adalah salah satu pilihan yang paling menggiurkan. Apalagi, keuntungan yang diperoleh relatif lebih besar, pasarnya luas, nilainya tumbuh tiap tahun dan sangat potensial. Tapi, banyak dan besarnya nilai investasi properti ini juga seimbang dengan risikonya. Diantaranya termasuk beli rumah inden (dalam kondisi belum dibangun).

Memang, beli rumah inden jauh lebih murah dibandingkan beli yang sudah stok ready. Terlebih beli rumah inden juga bisa request desain hingga bahan baku material yang akan digunakan. Sayangnya, beli rumah inden tidak berarti tanpa resiko. Tak sedikit yang menjadi korban mulai gagal bangun hingga adanya proyek fiktik dari oknum developer nakal.

Nah, untuk meminimalisir resiko beli rumah iden sebaiknya perhatikan terlebih dulu kiat-kiatnya agar terhindar dari kerugian dan aksi penipuan. Salah satu caranya adalah sebelum beli rumah yang ditawarkan, lihat dulu track record penjualnya (pengembangnya). Pengembang yang aman tentunya memiliki rekam jejak baik dan memberikan kepuasan pada konsumennya. Langkah ini pastikan sebagai acuan utama, karena investasi properti terkait uang yang bernilai tak sedikit. 

Kemudian, pahami bahwa properti yang masih inden pasti lebih murah dibanding rumah sudah jadi. Beli properti inden juga jauh lebih murah ketimbang yang sudah diluncurkan ke publik. Jadi, sebaiknya beli di awal pada pengembang terpercaya. Apalagi, beli rumah dengan harga perdana jauh lebih menguntungkan karena lebih murah. Semakin lama harga akan naik dan puncaknya adalah ketika bangunan sudah jadi. 

Selanjutnya, perhatikan lokasi strategis dan potensial juga masuk pertimbangan penting saat ingin beli rumah inden. Misalnya rumah yang jadi incaran yaitu dekat pusat perbelanjaan, dekat perkantoran, kampus, dan sebagainya. Dengan begitu, nantinya rumah itu tak hanya untuk ditinggali sendir tapi juga bisa disewakan dengan nilai lebih. Selain itu jangan lupakan konsep bangunan. Lokasi yang baik seharusnya sesuai dengan konsep yang diusung. Contohnya lokasi rumah dekat kawasan ekspatriat. Maka konsep yang sesuai dengan selera WNA dan kaum menengah ke atas harus diusung oleh pengembangnya. Jika tidak, nantinya akan berisiko merugi karena tak sesuai harapan dan keinginan pasar.