Mengenal Rumus Perhitungan PBB

Oleh Admin
Friday, 05 Mar 2021 05:02:39

JAKARTA - Kebanyakan orang hanya mengerti tentang kewajiban bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di setiap tahunnya. Namun, apakah sudah mengetahui tentang bagaimana rumus perhitungannya? Apalagi, mengenal rumus cara menghitung PBB itu cukup bisa dibilang relatif rumit ya. Kemudian, ada beberapa poin penting dalam menentukan jumlah pajak yang harus dibayar, yaitu Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak (NJOTKP), dan Nilai Jual Kena Pajak (NJKP).

BACA JUGA: Tips Menghitung Denda PBB 

Sesuai undang-undang yang disebutkan sebelumnya, tarif pajak yang dikenakan atas objek pajak adalah sebesar 0,5 persen. NJOP bisa dibilang sebagai dasar pengenaan PBB. NJOP merupakan harga rata-rata atau harga pasar pada transaksi jual beli tanah. Banyak faktor yang mempengaruhi NJOP bumi, antara lain letak, pemanfaatan, peruntukan, dan kondisi lingkungan.

BACA JUGA: Begini Cara Menghitung NJOP

Sementara NJOP bangunan dipengaruhi bahan yang digunakan dalam bangunan, rekayasa, letak, dan kondisi lingkungan. Jika tidak ada transaksi jual-beli, akan dilakukan perbandingan harga dengan objek yang sejenis di dekatnya, nilai perolehan baru, atau nilai jual pengganti.  Besarnya Nilai Jual Objek Pajak ditetapkan setiap tiga tahun oleh Menteri Keuangan, kecuali untuk daerah tertentu ditetapkan setiap tahun sesuai dengan perkembangan daerahnya.

NJOPTK hanya berlaku satu kali dalam setahun bagi seorang wajib pajak. Jika mempunyai lebih dari satu objek pajak, yang mendapat pengurangan NJOPTKP hanya satu objek pajak yang nilainya paling besar dan tidak bisa digabungkan dengan objek pajak lainnya yang dimiliki. Selanjutnya, NJKP yaitu nilai jual objek yang akan dimasukan dalam perhitungan pajak terutang. Rincian persentase NJKP ditetapkan lewat KMK Nomor 201/KMK.04/2000, yaitu 40% untuk objek pajak perkebunan, objek pajak pertambangan, dan objek pajak kehutanan.

BACA JUGA: Begini Rumus Cara Menghitung BPHTB

Rumah dan apartemen terkait Pajak Pedesaan dan Perkotaan, dilihat dari nilai NJOP-nya. Jika NJOP-nya lebih besar dari 1 miliar Rupiah, persentase NJKP-nya 40%. Jika NJOP di bawah 1 miliar Rupiah, persentase NJKPnya 20%. Begini rumus penghitungan Pajak Bumi dan Bangunan:

  • NJOP = (NJOP Bumi = luas tanah x nilai tanah) + (NJOP Bangunan = luas bangunan x nilai bangunan).

NJOPTKP = Rp 12.000.000

NJOP untuk perhitungan PBB = NJOP – NJOPTKP

NJKP = 40% dari NJOP atau 20% dari NJOP untuk perhitungan PBB

PBB yang terutang = 0,5% x NJKP (jumlah PBB yang harus dibayar setiap tahun).