Kiat Proses Take Over KPR Secara Mudah

Oleh Admin
Sunday, 09 May 2021 18:41:10

JAKARTA - Transaksi properti khususnya melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih ada solusi jika ingin menjual kembali rumahnya misalnya kepada pihak lain karena pertimbangan lain. Kendati tenor cicilan KPR belum selesai, jual beli tetap bisa dilakukan yaitu melalui opsi take over. Take over KPR merupakan sebuah tindakan pengalihan kepemilikan sebuah rumah dari seseorang kepada orang lain atau pihak lain (bank) yang dilakukan dengan sebuah perjanjian resmi dan sah berdasarkan hukum serta ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA: 
Prosedur Take Over KPR dan Syaratnya

Take over bisa saja dilakukan dengan berbagai tujuan, antara lain: mendapatkan sejumlah bunga yang lebih ringan, membeli sebuah rumah yang lebih besar dan sesuai dengan kebutuhan, kebutuhan keuangan yang begitu mendesak, serta berbagai alasan lainnya. Kemudian, proses take over KPR  tentu harus dilakukan dengan sebuah surat perjanjian, sehingga kedua belah pihak yang terlibat di dalamnya tidak akan mengalami kerugian, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Di dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis take over KPR yang lazim terjadi dan dilakukan pada KPR, antara lain sebagai berikut:

BACA JUGA: 
Agar Terhindar Pungli, Inilah Poin Penting Saat Pengajuan KPR

TAKE OVER ANTAR BANK

Take over antar bank biasanya akan dilakukan oleh mereka yang menginginkan sejumlah bunga KPR yang lebih ringan dari yang mereka miliki saat ini. Langkah ini pada umumnya dilakukan karena adanya penawaran yang jauh lebih baik dan menguntungkan dari bank lain, di mana seseorang lebih memilih untuk mengajukan KPR baru dan melakukan take over pada KPR sebelumnya yang telah dimilikinya.

Syarat take over KPR antar bank:

- umumnya sama saja dengan berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh bank ketika pengajuan KPR sebelumnya

- Bank akan meminta kelengkapan identitas diri (KTP, Kartu Keluarga) dan juga bukti penghasilan tetap setiap bulannya

- Namun selain persyaratan standar yang dipenuhi pada pengajuan KPR awal, bank juga akan meminta sertifikat rumah yang akan di take over tersebut.

Catatan:  take over hanya akan bisa dijalankan jika memang telah memiliki sertifikat rumah tersebut karena hal ini akan dijadikan sebagai jaminan atas kredit yang diajukan.

Dengan begitu, maka proses take over hanya bisa dilakukan jika setidaknya telah memiliki masa cicilan selama satu tahun, di mana setelah masa tersebut biasanya sertifikat rumah telah terbit dan dipegang oleh pihak bank. Jika ternyata sertifikat telah dipegang oleh pihak bank pertama yang digunakan, maka proses take over akan berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Setelah semua persyaratan tersebut dipenuhi, maka bank akan melakukan proses take over tersebut. Dalam hal ini bank akan melakukan analisa kredit dan juga proses appraisal atau perhitungan ulang terhadap nilai rumah yang akan di take over tersebut.

JUAL RUMAH SECARA TAKE OVER

Take over ini bisa dijadikan sebagai pilihan, ketika memiliki keinginan untuk membeli sebuah rumah baru dengan menggunakan KPR dan melakukan take over terhadap KPR seseorang yang belum lunas. Opsi ini akan melibatkan 3 pihak yang berkepentingan, yakni: pemilik properti sebagai pemohon take over, penjual rumah yang akan dibeli rumahnya, dan juga pihak bank selaku penyedia dana.

Syaratnya: 

- Dalam proses pengajuan take over ini, akan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan sebagaimana pengajuan KPR yang pertama.

- Akan diminta melengkapi identitas diri dan juga keterangan mengenai penghasilan tetap yang didapatkan setiap bulannya.

- Wajib datang ke bank bersama dengan penjual rumah yang akan beli sebagai pengajuan KPR dengan cara take over tersebut.

Lalu jika semua syarat telah dipenuhi, selanjutnya bank akan melakukan analisa terhadap pengajuan kredit tersebut, dan jika hal ini disetujui, maka pihak bank akan mengeluarkan Akta Jual Beli (AJB) dan juga SKMHT. Sebelum meneruskan KPR tersebut, maka akan diwajibkan untuk membayar sejumlah biaya take over yang telah ditentukan dan disepakati dengan pihak penjual rumah tersebut. Setelah persetujuan tersebut terjadi, maka akan melakukan transaksi kredit dengan menggunakan nama sendiri.

Pada umumnya tindakan take over KPR dilakukan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan dalam pengajuan KPR ke bank. Namun jangan sampai melakukan take over dengan proses yang salah, yang justru akan berpotensi mengalami kerugian di masa yang akan datang. Hitung dan pertimbangkan keuntungan yang akan didapatkan dari take over KPR, pilih cara yang aman dan juga bisa menjamin hak-haknya di kemudian hari atas rumah yang akan dibeli. Selamat mencoba!