Ketahui Status Harta Sebelum dan Sesudah Menikah

Oleh Admin
Jumat, 10 Jun 2022 16:10:09

TERNYATA tidak banyak yang mengetahui terkait status harta ketika beli rumah sebelum dan sesudah menikah.

Terlebih nilai harta yang dimiliki berjumlah besar mulai dari Ratusan Juta hingga Milyaran Rupiah.

Nah untuk menghindari sengketa dikemudian hari ketika pernikahan yang dilangsungkan mengalami kegagalan.

Sebaiknya ketahui status pembagian harta dalam perkawinan. Yuk simak ulasannya, sebagai berikut;

1. Harta Bersama

harta_bersama

Harta bersama atau biasa disebut sebagai harta gono gini merupakan harta benda yang diperoleh secara bersama sejak masa perkawinan.

Meskipun jenis harta tersebut, tidak memiliki persoalan terhadap pembeli baik dari istri maupun suami namun tetap mempunyai status bersama.

Kemudian, harta benda bisa masuk ke dalam kategori bersama selama masa perolehannya pada saat ikatan pernikahan berlangsung.

2. Harta Bawaan

harta_bawaan

Selanjutnya mengetahui status harta bawaan. Jenis harta bawaan ini sudah diperoleh atau dimiliki terlebih dahulu oleh setiap masing-masing pasangan sebelum pasangan itu memutuskan untuk menikah dan memiliki ikatan dari sebuah perkawinan.

Harta bawaan itu bisa dikategorikan sebagai hak masing-masing individu serta tidak termasuk ke dalam harta yang tercampur ke dalam harta gono gini sehingga tak menimbulkan masalah.

Karena harta bawaan tidak bisa dipermasalahkan, oleh karena itu sebaiknya sebelum menikah harus memiliki harta yang mencukupi.

Salah satu harta yang perlu dimiliki sendiri sebelum menikah adalah punya rumah sendiri.

3. Harta Masing-Masing Melalui Warisan atau Hadiah

harta_hadiah

Berikutnya yang harus diketahui juga adalah harta masing-masing suami atau istri termasuk ke dalam kategori harta bawaan yang tak bisa dipermasalahkan ke dalam harta gono gini.

Aturan itu juga tertuang pada pada Undang-Undang No. 1 Pasal 35 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Labih lanjut pada aturan perkawinan itu menyebutkan “Harta bawaan dari masing-masing suami dan istri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan, adalah di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain”.