Harus Tahu! Begini Cara Take Over KPR

Oleh Admin
Selasa, 21 Jun 2022 11:03:53

HARUS tahu, begini cara take over Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Berdasarkan hukum dan ketentuan yang berlaku, take over KPR merupakan sebuah tindakan pengalihan kepemilikan rumah.

Cara ini bisa dilakukan sesuai prosedur dari seseorang pemilik rumah kepada orang lain atau pihak lain (bank) melalui sebuah perjanjian resmi dan sah.

Alasan Take Over

take_over2

Biasanya, pemilik rumah atau kreditur memiliki alasan tersendiri ketika ingin mengajukan take over.

Misalnya, Property Seekers ingin memperoleh suku bunga yang lebih ringan, beli rumah lebih besar dan sesuai kebutuhan, kebutuhan keuangan mendesak, serta berbagai alasan lainnya.

Terlebih, proses take over KPR  tentu harus dilakukan melalui surat perjanjian.

Sehingga kedua belah pihak terlibat di dalamnya tidak akan mengalami kerugian, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

Jenis Take Over KPR

take_over3

Meskipun demikian, praktiknya terdapat sejumlah jenis take over KPR yang lazim terjadi dan dilakukan pada skema KPR.

Biasanya, take over antar bank dilakukan oleh mereka menginginkan bunga KPR lebih ringan dari yang mereka miliki saat ini.

Alasan lain, pada umumnya dilakukan karena adanya penawaran yang jauh lebih baik dan menguntungkan dari bank lain.

Misalnya, seseorang lebih memilih untuk mengajukan KPR baru dan melakukan take over pada KPR sebelumnya yang telah dimilikinya.

SYARAT TAKE OVER KPR

Syarat take over KPR antar bank:

- Umumnya sama saja dengan berbagai persyaratan yang ditetapkan oleh bank ketika pengajuan KPR sebelumnya

- Bank akan meminta kelengkapan identitas diri (KTP, Kartu Keluarga) dan juga bukti penghasilan tetap setiap bulannya

- Namun selain persyaratan standar yang dipenuhi pada pengajuan KPR awal, bank juga akan meminta sertifikat rumah yang akan di take over tersebut.

Take over hanya akan bisa dijalankan jika memang telah memiliki sertifikat rumah tersebut karena hal ini akan dijadikan sebagai jaminan atas kredit yang ajukan.

Dengan begitu, maka proses take over hanya bisa dilakukan jika setidaknya telah memiliki masa cicilan selama satu tahun, di mana setelah masa tersebut biasanya sertifikat rumah telah terbit dan dipegang oleh pihak bank.

Jika ternyata sertifikat telah dipegang oleh pihak bank pertama yang digunakan, maka proses take over berjalan dengan lebih mudah dan cepat.

Setelah semua persyaratan dipenuhi, maka bank akan melakukan proses take over tersebut.

Pihak bank akan melakukan analisa kredit dan juga proses appraisal atau perhitungan ulang terhadap nilai rumah yang akan di take over tersebut.