Ditjen Pajak Klarifikasi Tentang PPN Sembako

Oleh MinPro
Minggu, 20 Jun 2021 09:18:14

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) secara resmi mengklarifikasi terkait kontroversi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sembako. Klarifikasi yang dikirim melalui email blast kepada setiap Wajib Pajak (WP) tersebut meluruskan terkait maraknya pemberitaan mengenai pengenaan PPN atas sembako maupun jasa pendidikan di Indonesia"Dengan ini disampaikan bahwa berita yang beredar merupakan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi pemerintah," tulisnya.

BACA JUGA: Insentif Perpajakan Perpajakan Akan Diterapkan di Sektor Properti

Menurutnya, saat ini pemerintah sedang fokus terhadap upaya penanggulangan Covid-19 dengan melakukan berbagai upaya untuk melindungi masyarakat dan menolong dunia usaha agar dapat bangkit dan pulih akibat pandemi. Di tengah situasi pelemahan ekonomi akibat pandemi, pemerintah memandang perlu menyiapkan kerangka kebijakan perpajakan, di antaranya usulan perubahan pengaturan PPN.

BACA JUGA: Tak Sanggup Bayar PBB? Begini Prosedur Dapat Keringanan

Ada pun poin-poin penting usulan perubahan di antaranya adalah pengurangan berbagai fasilitas PPN karena dinilai tidak tepat sasaran dan untuk mengurangi distorsi; penerapan multitarif, dengan mengenakan tarif PPN yang lebih rendah daripada tarif umum.

Misalnya atas barang-barang yang dikonsumsi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah; dan tarif PPN yang lebih tinggi daripada tarif umum untuk barang-barang yang tergolong mewah yang dikonsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi. 

BACA JUGA: Tak Bisa Urus Administrasi Karena PBB Terutang? Begini Caranya!

Bahkan untuk jenis barang tertentu akan dikenai PPN Final untuk tujuan kesederhanaan dan kemudahan. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut bersama DPR dan tentunya akan mendengarkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan agar lebih baik dan adil.

Dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan, gotong-royong, serta meningkatkan kontribusi kelompok yang mampu dengan kompensasi dan subsidi yang lebih tepat sasaran. Demikian disampaikan. Selamat menjalankan aktifitas dengan terus menjaga protokol kesehatan.