Cara Jitu Mengatur Keuangan Ditengah Kondisi Sulit

Oleh MinPro
Senin, 22 Feb 2021 05:45:14

JAKARTA - Tak bisa dianggap remeh, bagaimana strategi mengatur keuangan ditengah kondisi sulit seperti sekarang ini. Apalagi, dimasa sulit seperti tengah dilanda masa pandemi Covid-19 dibutuhkan konsentrasi khusus untuk mengatur ulang manajemen keuangan pribadi maupun secara keluarga. Terlebih bagi pasangan yang baru menikah sangat memiliki beban finansial yang harus mempersiapkan kemampuan bisa beli rumah sendiri.

Apalagi melihat sejumlah perusahaan yang harus memangkas gaji karyawan hingga merumahkan karena gulung tikar, membuat mau tidak mau harus bisa mempersiapkan kondisi keuangan untuk berbagai hal terburuk yang mungkin terjadi baik sebagai karyawan ataupun pengusaha. Nah, apalagi belum bisa diketahui kapan pandemi ini akan berakhir alangkah baiknya untuk mengawali mengatur keuangan agar kondisi tetap stabil dengan berbagai resiko kedepan. Untuk itu, Yuk kita sama-sama belajar bagaimana cara mengatur keuangan ditengah kondisi sulit sebagai berikut;

1. SUMBER PENGHASILAN

Ketika berpenghasilan bulanan tanpa ada pemotongan mungkin merasa tidak perlu repot tapi ingat berbagai kemungkinan bisa terjadi kedepannya, dan risiko tersebut semakin tinggi karena musim pandemi. Apapun sumber penghasilannya baik itu sebagai pedagang, freelancer atau karyawan. Risiko penurunan drastis dipemasukan bisa terjadi kapanpun apalagi di saat seperti ini. Jadi untuk mencegah kemungkinan terburuk ada baiknya merubah sedikit pos-pos pengeluaran di perencanaan keuangan. Diantaranya, seperti pos pengeluaran Anda adalah: Living – Saving – Parents – Entertainment. Untuk kondisi rawan saat ini, sebaiknya diubah menjadi: Living – Saving – Parents – Emergency Fund.

Dimusim pandemi seperti saat ini, sebaiknya uang yang ada dipakai untuk kebutuhan yang lebih penting baik untuk sehari-hari dan untuk kondisi darurat dikemudian hari. Untuk yang sudah berumah tangga, bisa mengurangi sedikit pos saving untuk dioper ke emergency fund jika nanti ada kebutuhan rumah tangga mendadak sehingga tabungan bisa tetap aman dan stabil. Dan karena sulit kemana-mana karena aturan PSBB di banyak tempat, bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk lebih berhemat.

2. SISTEM CICILAN

Tunda dulu keinginan punya handphone baru atau barang lainnya yang dikira tidak terlalu penting, walaupun pilihan pembayaran ada yang bersistem cicilan. Untuk kondisi pandemi, berhemat dan menyimpan setiap uang yang jauh lebih penting daripada membeli sesuatu yang bersifat tersier. Walaupun sudah menabung atau mempersiapkan dana untuk Down Payment (DP) Rumah,lebih baik ditunda dulu beli barang yang tidak konsumtif sampai masa kritis covid-19 selesai. Lebih baik simpan kartu kredit atau apapun yang bisa memicu keinginan untuk berbelanja jauh-jauh dari jangkauan. Kalaupun darurat, lebih baik dipakai untuk membelli kebutuhan sehari-hari.

3. PENGHASILAN TAMBAHAN

Untuk yang bekerja di perusahaan yang mengalami dampak kriris ekonomi terparah karena musim pandemi ini sehingga harus mengalami pemotongan gaji bahkan risiko di PHK kedepannya jika masalah covid-19 tidak selesai-selesai. Sebaiknya mempertimbangkan untuk mencoba sumber penghasilan baru. Peluang bisnis yang muncul teranyata cukup menguntungkan. Jasa delivery bahan makanan, makanan cepat saji, atau berjualan frozen food secara online bisa menjadi contoh bisnis atau kerjaan sampingan yang bisa dijajal di saat seperti ini.

4. MINIMALISIR BELANJA TAK KONSUMTIF

Paksakan untuk minimalisir belanja barang yang tak konsumtif. Misalnya beli barang kebutuhan peralatan mandi menghabiskan Rp.500 Ribu, lebih baik dikurangi menjadi Rp.300 Ribu per bulan. Selama bekerja di rumah dan tidak bepergian kemana-mana dengan begitu peralatan mandi tidak akan habis seperti biasanya kan? Begitu juga dengan biaya lain yang tidak perlu dikeluarkan karena tidak keluar rumah bisa dialokasikan untuk tabungan, atau dijadikan dana darurat seperti dana untuk ongkos transportasi kerja dan biaya makan diluar.

5. SISIHKAN UANG UNTUK INVESTASI

Apabila gaji masih menyisakan lumayan banyak bahkan setelah dialokasikan ke berbagai pos pengeluaran, sebaiknya dimanfaatkan untuk dijadikan investasi daripada berbelanja online. Selain itu, bisa membuka tabungan berjangka sesuai dengan kebutuhan. Bisa dimulai dari 1 sampai 10 tahun dengan sistem autodebet. Keuntungan membuka tabungan berjangka adalah bunga yang diberikan lebih tinggi daripada tabungan biasa, setoran awalnya pun murah yaitu mulai dari Rp100 Ribuan.

Jenis investasi ratusan ribu lainnya yang bisa dicoba adalah emas batangan atau antam. Selanjutnya bisa memulai investasi mulai dari 0,5 gram yang masih harganya masih berada Rp400 ribuan sampai Rp500 ribuan. Tenang saja, sekarang sudah banyak kok jenis investasi emas online seperti pegadaian. Kalo sisa uang lumayan banyak bisa membeli yang 1 gram sekaligus.