Ancaman Resesi Tak Pengaruhi Antusias Pengunjung IPEX 2022

Oleh MinPro
Senin, 21 Nov 2022 19:28:04

ANCAMAN resesi ekonomi global ternyata tak pengaruhi antusias pengunjung Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Fakta ini juga terlihat pada traffic sejak hari pertama hingga hari ketiga digelarnya pameran properti tersebut.

Apalagi memiliki rumah idaman dengan harga yang terjangkau merupakan impian setiap orang.

Oleh sebab itu, pagelaran Indonesia Properti Expo yang berlangsung mulai 19 - 27 November 2022 diharapkan bisa menjadi ajang mengatasi kekurangan perumahan (backlog) dan memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni.

Seiring masing banyaknya permintaan properti, terutama residensial meskipun badai resesi ekonomi global yang membayangi dunia di tahun 2023 tetap optimistis.

“Saya melihat resesi global secara langsung tidak memengaruhi permintaan terhadap properti residensial di pasar primer (primary market) karena rumah merupakan kebutuhan primer bagi manusia," ujar Senior Marketing Manager PT Adhouse Clarion Events (ACE) Abdi Fajrin.

WhatsApp Image 2022-11-21 at 19-25-59 (1)

Ia menambahkan, beberapa statement yang dikutip di media massa menginformasikan harga properti akan mengalami penurunan sejalan dengan dampak resesi global. "Statement itu bisa jadi benar, namun hal tersebut kemungkinan hanya memengaruhi pada secondary market,” ujar Abdi Fajrin.

Menurut, investor yang kebanyakan adalah pebisnis, melepas harga properti atau jenis apartemen dengan harga di bawah pasaran yang bertujuan memperoleh uang cash untuk melindungi bisnis yang sedang dijalankan terkena efek resesi ekonomi global.

Meskipun begitu, Abadi menilai bahwa harga properti pada pasar primer akan tetap sesuai kemampuan daya beli pasar.

“Developer tetap optimistis walau pasar properti mendapat banyak tekanan. Beragam inovasi bisa dilakukan agar produk properti sesuai dengan kebutuhan dengan harga yang affordable," katanya.
Dalam kesempatan itu, Herawati General Manager Orchard Garden Property mengaku salah satu alasan antusias ikut partisipasi di ajang Indonesia Properti Expo karena optimis mampu mendongkrak penjualan.

"Kami ikut pameran ini selain untuk menggenjot penjualan, sekaligus bisa branding sebagai eksistensi dalam berkiprah di industri properti," kata Herawati.

Ia menambahkan, kelebihan beli rumah di pameran ini suku bunga belum naik secara signifikan jangan nunggu tahun depan. Apalagi, ada bank yang masih memberi promo untuk transaksi di tahun 2022," ujar Herawati.

“Karena apabila ditahun depan, resesi ekonomi benar-benar terjadi akan lebih sulit bagi calon pembeli untuk membeli rumah dengan cara KPR, karena bank akan lebih ketat dalam proses penyeleksian nasabah, serta bunga ditawarkan kemungkinan akan lebih tinggi karena dampak dari inflasi dan kenaikan suku bunga. Nah bagaimana cara menyiasatinya, calon pembeli bisa akad kredit dengan bank di tahun ini dan mendapatkan suku bunga yang sesuai,” pungkasnya.

WhatsApp Image 2022-11-21 at 19-25-58

Sementara, pagelaran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 ini sekaligus dirangkai menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) KPR BTN ke-46 pada 10 Desember 2022 serta memperingati Hari Pahlawan yang ke-77.

Haru Koesmahargyo mengatakan, pelaksanaan Pameran IPEX yang sudah 24 kali digelar ini merupakan salah satu wujud komitmen Bank BTN memaksimalkan potensi yang ada untuk mendukung penyediaan perumahan yang layak kepada masyarakat.

“Kami menyadari bahwa untuk menyelesaikan beberapa hal terkait perumahan di Indonesia dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak baik dari asosiasi pengembang, perbankan dan regulator yang salah satunya adalah dengan menggelar event Indonesia Property Expo (IPEX) ini,” ujar Haru.

Pada pagelaran IPEX 2022 kali ini diikuti oleh 42 pengembang yang terdiri dari 32 pengembang proyek perumahan non subsidi, 10 pengembang perumahan subsidi dan 5 produk pendukung. Adapun dalam ajang ini ada sekitar 325 proyek perumahan yang dipamerkan.

“Ada beberapa proyek perumahan berlokasi di luar kota seperti di Bandung dan Surabaya. Serta lokasi lokasi strategis sesuai arahan Bapak Menteri BUMN RI yaitu lokasi yang terkoneksi langsung dengan moda transportasi (TOD),” katanya.

WhatsApp Image 2022-11-21 at 12-41-16 (1)

Haru menegaskan, Bank BTN optimistis dalam IPEX 2022 kali ini, potensi izin prinsip KPR yang bakal diraih sekitar Rp1,5 triliun, dengan rincian KPR non subsidi Rp900 miliar, KPR subsidi Rp300 miliar dan pembiayaan rumah syariah sebesar Rp300 miliar.

“Bagi masyarakat yang mengambil KPR dalam ajang IPEX 2022, Bank BTN memberikan bunga yang sangat menarik yakni ini mulai dari 2,47% di tahun pertama. Selain itu ada penawaran gratis untuk biaya provisi, administrasi, dan appraisal,” paparnya.

Lebih lanjut Haru mengungkapkan, pada tahun 2045, Indonesia beraspirasi untuk dapat mencapai target zero backlog kepenghunian perumahan (home inhabited 100%) dan backlog kepemilikan rumah mencapai 91% (home ownership).

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto mengatakan, kolaborasi aktif di antara stakeholder atau pengembang dan perbankan, penting untuk terus terjalin dengan baik demi mereduksi angka backlog rumah yang telah mencapai 12,7 juta.

Angka ini akan terus bertambah, seiring kebutuhan rumah per tahun yang mencapai satu juta unit. Sementara pembangunan rumah yang dapat dipenuhi hanya sekitar 200.000-300.000 unit per tahun.

“Saya mengapresiasi pameran IPEX ini, yang tahun 2022 sudah dilakukan tiga kali. Nah, dalam pameran kali ini, para pengembang menyediakan perumahan. BTN menyediakan pembiayaannya,” tegas Iwan.