Agar Terhindar Pungli, Inilah Poin Penting Saat Pengajuan KPR

Oleh Admin
Monday, 01 Mar 2021 05:51:10

JAKARTA - Besarnya ambisi untuk memiliki rumah, terkadang sangat abai terhadap poin-poin penting saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).  Butuh ekstra hati-hati dan teliti pada perhitungan biaya-biaya lain sebelum terjadi akad kredit yang harus diperhatikan agar terhindar dari pungutan liar (pungli).

BACA JUGA: Cara Pengajuan Agar KPR Disetujui Bank

Apalagi, biaya lain yang tak jelas itu terkadang timbul ketika menjelang hari akad kredit. Calon konsumen yang tidak siap dengan budget dipastikan juga akan kelagapan dibuatnya. Salah satu contoh peristiwa itu adalah ketika sebelumnya pihak pihak marketing perumahan sudah berhitung biaya-biaya yang harus dibayar menjelang akad kredit misalnya, untuk pemesanan rumah subsidi disebuah kawasan yaitu;

BACA JUGA: Prosedur Take Over KPR dan Syaratnya

  1. Uang booking fee Rp.1 Juta, 
  2. DP Rp.4,5 Juta, 
  3. Biaya BPHTB Rp.4,5 Juta
  4. Biaya Materai Rp.250 Ribu
  5. Biaya Strategis (View Taman) Rp.1 Juta
  6. Saldo mengendap di tabungan Rp.3 Juta.

    Nah, dari rincian tersebut tepatnya ketika menjelang akad kredit pihak oknum developer meminta kembali bugdet tambahan untuk beli materai. Padahal, pada transaksi sebelumnya budget itu sudah dibayar oleh konsumen. Kemudian, ketidakjelasan atau diduga sebagai pungutan liar ini dinilai sangat tidak wajar. Apalagi, saat tanda tangan berkas akte jual beli (AJB) dihadapan notaris pada saat akad kredit sudah jelas jumlah materai hanya berkisar 40 lembar.  Lalu kemanakah uang itu menguap? Oleh karena itu, dibutuhkan informasi penting ketika ingin terkait biaya-biaya proses KPR hingga dilakukan akad kredit. Smoga informasi ini bisa bermanfaat!

BACA JUGA: Ketika Isi SPT, Pemilik Cicilan KPR Wajib Lapor