5 Kesalahan Pemula Cari Rumah Secara Online

Oleh MinPro
Senin, 23 Jan 2023 15:27:31

APLIKASI properti memang menjadi platform bagi pemula untuk mencari rumah.

Apalagi, layanan itu memberikan banyak kemudahan terkait informasi yang dibutuhkan mulai dari harga rumah, tipe yang ditawarkan, lokasi, sampai penawaran menarik seperti diskon ataupun tanpa uang muka.

Tapi sayang, masih ada saja kesalahan bagi calon pembeli saat mencari rumah di aplikasi ataupun yang dilakukan secara online tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengatasi kekurangan perumahan (backlog) dan mendorong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni.

Sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Pemerintah menargetkan peningkatan akses rumah layak huni dari 56,75% menjadi 70% atau setara 11 juta rumah tangga.

Sejauh ini kebutuhan rumah terus meningkat, namun bagi pencari hunian pertama yang tepat masih sangat sulit dilakukan secara online.

Hal tersebut pada akhirnya membuat citra pasar properti terlihat buruk di sejumlah platform di Indonesia.

1. Mengisi Form Pemesanan Rumah

DSCF7115 (1)

Profil aplikasi pencarian rumah adalah faktor penting dalam menentukan kesan pertama, sehingga tidak mengisi form pemesanan rumah dengan asal-asalan.

Terlebih lagi, jenis platform ini sarat akan persaingan sehingga butuh menunjukkan spesifikasi khusus agar properti sesuai yang diharapkan.

Isilah form secara detail temasuk hasil kesepakatan saat penawaran berlangsung misalnya dapat bonus kanopi, alat pendingin, atau jenis lain.

Pada dasarnya, apapun hal yang berkaitan dengan calon pembeli rumah dapat dengan mudah disampaikan melalui form pemesanan rumah agar lebih tercatat.

Meskipun demikian, pengisian form pemesanan rumah ini dianggap salah apabila calon pembeli belum pernah melakukan survei lokasi perumahan atau tidak pernah visit ke unit rumah yang ingin di pesan.

2. Tidak Sesuai Brosur

DSCF0220

Pencarian rumah secara online tidak terlepas dari beragam brosur yang ditawarkan.

Oleh karena itu, pastikan foto atau desain rumah pada brosur harus sesuai dengan faktanya.

Selain desain rumah yang ditawarkan harus sesuai dengan faktanya, pastikan juga ukuran row jalan hingga posisi atau letak fasilitas sosial dan fasilitas umumnya.

Biasanya, gambar ini terlihat pada master plan pengembang perumahan tersebut.

Pastikan calon pembeli minta salinan agar bisa mengawasi apakah dikemudian hari realisasi pembangunan sudah seusai dengan master plan tersebut.

Selanjutnya, calon pembeli rumah pertama harus memastikan lagi masalah legalitasnya. Poin ini sangat penting, jika terlewatkan akan berpotensi mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Sebagai calon konsumen properti memiliki hak untuk mempertanyakan tentang legalitas rumah tersebut.

Mulai dari perizinan, status sertifikat, hingga memastikan pengembang tersebut sudah bekerjasama dengan pihak bank resmi sebagai pendukung pembiayaan kredit.

Apabila ingin membeli dengan uang tunai atau cash pastikan melakukan transaksi dihadapan notaris.

Ikuti prosedur terkait tahapan cara pembelian rumah secara benar di mata hukum.

Namun, apabila ingin menggunakan skema kredit pemilikan rumah pastikan pengembang sudah melakukan kerjasama dengan pihak bank.

Jangan ambil resiko dengan melakukan cicilan kredit rumah melalui developer langsung.

3. Jangan Bayar Uang Muka

Uang-Pesangon (1)

Dalam proses pembelian rumah pastinya akan ada biaya dengan sejumlah uang booking fee yang harus dibayar ketika sudah memilih unit.

Istilah uang booking fee adalah sebagai bukti keseriusan calon pembeli untuk memilih pada unit tersebut.

Biasanya jika calon pembeli mengundurkan diri atau membatalkan secara sepihak, uang tersebut akan dianggap hangus.

Namun beda halnya dengan pembayaran uang muka (UM) atau biasa dikenal dengan down payment (DP).

Jumlah uang yang harus dibayarkan untuk uang DP ini tidaklah sedikit, angkanya sangat variatif atau 10% - 30% dari harga rumah.

Meskipun begitu, jangan coba-coba bayar uang muka ini lebih awal sebelum mengetahui secara pasti bahwa pengajukan KPR sudah disetujui oleh pihak bank.

Resikonya, jika hal itu dibayar secara gegabah calon pembeli akan sulit melakukan proses pengembalian (refund).

Biasanya, pengembang kurang prioritas untuk proses refund ini atau bisa dilakukan dengan cepat tapi ada potongan biaya administrasi.

Oleh karena itu, pikir-pikir dulu ya sebelum bayar uang muka pastikan dulu pihak bank sudah menyetujui pengajuan KPRnya.

4. Biaya Sebelum Proses Akad Kredit

WhatsApp Image 2022-08-04 at 17-14-36 (1)

Berikutnya, pastikan biaya-biaya lain sebelum proses akad kredit. Pada tahapan ini, banyak celah yang dilakukan oleh oknum sales yang tidak bertanggung jawab.

Biasanya, setelah pengajuan KPR disetujui pihak bank akan menerbitkan Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K).

Pada selembar surat itu akan tertera rincian biaya-biaya lain yang harus dipersiapkan oleh calon nasabah KPR.

Namun begitu, banyak oknum yang tetap minta biaya tambahan kendati pada SP3K tercantum nihil alias gratis.

Misalnya, saat itu pihak bank sedang berlaku promo gratis biaya KPR, free approval, atau jenis layanan lain.

Namun, begitu diam-diam oknum sales akan tetap meminta biaya itu pada calon nasabah KPR tersebut.

Bahkan oknum sales properti tidak segan-segan minta uang tambahan biaya materai mulai dari Rp. 250 Ribu sampai Rp.500 Ribu.

Padahal pihak bank hanya membutuhkan sebanyak 8 lembar materai untuk kebutuhan notaris yang sudah ditunjuknya.

Hal inilah yang harus menjadi kewaspadaan bagi para calon konsumen sebagai pembeli rumah pertama.

5. Serah Terima Kunci

keuntungan_belirumah

Selanjutnya, proses serah terima kunci rumah tahapan akhir yang dilakukan oleh pengembang kepada pihak pembeli. Tahapan ini juga dibutuhkan kecerdasan dan cermat bagi pembeli rumah pertama.

Serah terima kunci atau biasa disebut STK ini sangat rentan dengan kesalahan bagi pemilik rumah sehingga tidak bisa menuntut kewajiban pengembang.

Pasalnya, jika pemilik rumah langsung melakukan tanda tangan lembar kertas bukti serah terima kunci tersebut tanpa memperhatikan ketentuan-ketentuan lain setelah itu akan menimbulkan kerugian bagi pemiliknya.

Misalnya mengenai aturan pada proses STK tersebut memberikan garansi terhadap kualitas bangunan, ada batas waktu mulai dari tiga sampai enam bulan tergantung kebijakan masing-masing pengembang.

Jangan pernah menandatangani lembar STK tersebut apabila form list komplain atas garansi bangunan belum dikerjakan oleh pengembang secara tuntas.

Pastikan setiap kekurangan pada bangunan rumah yang akan diserahkan sudah benar-benar sempurna. Tidak ada genteng atap bocor maupun dinding-dinding yang retak.

Cocokkan juga pada brosur spesifikasi bangunan hingga bonus-bonus tambahan yang dijandikan sudah terpasang semua.

Misalnya, janji gratis kanopi, mesin pompa, atau jenis bonus lainnya. Karena jika bonus pengembang tersebut belum terpenuhi semua, namum sudah tanda tangan STK jangan pernah berharap janji tersebut bisa terpenuhi.

Pasalnya, developer akan berkilah Property Seekers sudah menandatangani STK dan artinya semua komplain di kemudian hari merupakan tanggung jawab sendiri bagi pemilik rumah.

 

 

Semoga bermanfaat ya!

 

-

Kunjungi juga event terbesar di Indonesia Properti Expo mulai 11 - 19 Februari 2023 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Ikuti juga informasi terupdate hanya di sosmed IPEX;

Instagram@indonesiapropertiexpo
Tiktok@indonesiaproeprtiexpo