Tren Pasar Properti, Kesehatan Konsumen jadi Prioritas

Tren Pasar Properti, Kesehatan Konsumen jadi Prioritas image
Dibalik pandemi Covid-19, telah memukul berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Namun, dibandingkan sektor industri lainnya, industri properti mulai rumah, apartemen, perkantoran, shophouse, hotel, industri, hingga pergudangan tetap menunjukkan tren penjualan yang meningkat kendati diterjang wabah virus corona.
JAKARTA, SENIN (27/4/2020) - Dibalik pandemi Covid-19, telah memukul berbagai sektor ekonomi di Indonesia. Namun, dibandingkan sektor industri lainnya, industri properti mulai rumah, apartemen, perkantoran, shophouse, hotel, industri, hingga pergudangan tetap menunjukkan tren penjualan yang meningkat kendati diterjang wabah virus corona. Pengamat properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengakui, situasi pasar properti yang terpukul akibat COVID-19 bukannya meniadakan konsumen properti.

Menurutnya, pasar tetap ada dan besar hanya saja prioritasnya saat ini lebih kepada keselamatan dan kesehatan konsumen properti. "Kendati ada pandemi ini sesungguhnya pasar tetap ada" jelasnya di Jakarta, belum lama ini. Dengan kondisi seperti itu pengembang bisa memanfaatkannya dengan tetap berpropmosi. Situasi saat ini yang menjadi lebih berat karena menurun drastisnya penjualan, menurut Ali harus disiasati oleh pengembang dengan melakukan konsolidasi ke dalam dan memangkas pos-pos dana yang bisa dihemat.

Kendala cashflow yang berat karena penurunan penjualan harus diatur sedemikian rupa dengan dikombinasikan melalui stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengatasi pandemi ini. "Nanti saat situasi ini mereda ada pasar yang sangat gemuk khususnya dari media sosial dan itu hanya pengembang yang siap yang bisa meraih pasar besar nanti," pungkasnya.