Tips Cerdas Agar KPR Disetujui

Tips Cerdas Agar KPR Disetujui image
Apalagi fasilitas pembiayaan rumah ini menjadi prioritas untuk mengurangi tingginya permintaan hunian khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
JAKARTA, SENIN (20/4/2020) - Tak punya uang secara cash saat ingin beli rumah impian skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi alternatif yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Apalagi fasilitas pembiayaan rumah ini menjadi prioritas untuk mengurangi tingginya permintaan hunian khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Namun, proses yang cukup rumit dan tak jarang pihak bank menolak pengajuan KPR pemohon ditolak. Tapi jika urusan bisa berjalan dengan lancar, dalam waktu satu bulan sudah bisa akad kredit. Jika tidak, pengajuan KPR umumnya akan memakan waktu 6-12 bulan. Berikut tips cerdas agar pengajuan KPR bisa disutujui;

1. TAK TERBURU-BURU Tak perlu terburu-buru mendatangi bank untuk mengajukan KPR. Dapat mencari berbagai informasi mengenai KPR secara online. Temukan informasi yang dibutuhkan, seperti proses pengajuan, besaran bunga dan cicilan, atau sejumlah penalti. Kumpulkan informasi dari beberapa bank sekaligus agar dapat referensi yang memadai.

2. PERBANDINGAN Awal Setelah mendapatkan sejumlah informasi, jangan lupa untuk melakukan perbandingan antara bank yang satu dan bank yang lain. Pada tahap ini, setidaknya sudah harus memiliki dua atau tiga pilihan bank yang mungkin akan menerima pengajuan KPR. Dengan cara ini, apabila mendapat penolakan dari bank pertama, bisa mengajukan ke bank lain.

3. PERCAYA DIRI Datanglah dengan penampilan yang rapi dan pemahaman tentang KPR yang cukup memadai. Tanyakan pada petugas secara detail mengenai berbagai hal yang bisa dianggap penting. Misalnya, jumlah dana KPR yang bisa didapatkan, jumlah uang muka yang wajib disiapkan, besaran bunga, hingga tenor pinjaman. Jangan lupa untuk menanyakan biaya-biaya yang akan timbul jika KPR disetujui.

4. LAYANAN TERBAIK Pastikan memilih bank dengan layanan terbaik. Sebab, KPR akan menjadi kewajiban dalam jangka panjang.

5. PERSYARATAN KPR Ada banyak persyaratan dokumen yang diminta oleh bank ketika mengajukan KPR. Jenis dokumen ini terdiri atas dokumen pribadi, penghasilan, dan bukti kepemilikan rumah yang akan ditransaksikan. Secara lebih rinci, berikut ini adalah ketentuan dan persyaratan pengajuan KPR yang umumnya diminta oleh bank. Dokumen yang dibutuhkan antara lain: -Fotokopi KTP (suami istri) -Fotokopi Kartu Keluarga Asli surat keterangan kerja dan slip gaji -Fotokopi rekening Koran 3 Bulan terakhir Fotokopi NPWP Pribadi / SPT PPH 21 Selain itu, butuh persiapan Dokumen Jaminan Properti, yang meliputi: sertifikat, IMB, PBB dan dokumen lain terkait legalitas rumah yang akan dibeli. Proses ini akan lebih cepat jika developer rumah yang akan dibeli sudah kerjasama dengan bank. Sebab, biasanya bank sudah mengecek legalitas developer tersebut. Pengambilan kredit di bank yang sudah bekerja sama dengan developer juga relatif lebih mudah. Apalagi jika status rumah masih indent atau belum jadi, biasanya hanya bank yang sudah bermitra dengan developer yang mau memberikan KPR.

6. BI CHECKING Bank cukup ketat dalam melihat catatan Bank Indonesia (BI checking). Jika pernah menunggak pembayaran kredit, kemungkinan besar bank akan menolak permohonan pinjaman. Oleh karena itu, sebelum mengajukan kredit KPR, pastikan catatan kredit bersih. Jika merasa punya tunggakan atau pernah tidak membayar, segera selesaikan tunggakan tersebut di bank atau lembaga keuangan terkait. bisa mengetahui status BI checking secara online.

7. PROSES AKAD KREDIT Bank umumnya akan menunjuk notaris untuk mengurus semua persyaratan, namun calon pembeli rumah harus membayar biayanya. Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain. Kemudian, tanda tangan akad kredit. Proses ini dilakukan di hadapan notaris di waktu yang sudah ditetapkan. Ada beberapa pihak yang harus hadir saat tanda tangan akad kredit, antara lain: pihak pembeli, penjual, perwakilan bank, dan notaris. Ketika proses berjalan lancar, maka dokumen akad kredit akan ditandatangani dan pihak bank akan mentransfer dana ke pihak penjual. Sedangkan notaris akan mengurus proses balik nama sertifikat nama, AJB ke pemilik rumah baru. Surat-surat itu juga nantinya akan diserahkan notaris ke bank bersamaan dengan surat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai jaminan kredit dan biasanya memakan waktu tiga hingga enam bulan setelah akad kredit.