Tips Beli Rumah Pertama Milenial

Tips Beli Rumah Pertama Milenial image
Opsi ini diambil saat dana yang terkumpul ternyata belum sesuai dengan harga rumah yang dipilih
JAKARTA, KAMIS (13/2/2020) - Tingginya harga properti, bukan perkara mudah untuk milenial ketika ingin beli rumah pertama. Pasalnya, selain butuh menabung dalam jangka waktu lama juga sangat minim informasi tentang cara miliki rumah dengan penghasilan pas-pasan. Namun, ini merupakan kabar gembira untuk generasi milenial atau pasangan yang baru menikah. Berikut tips beli rumah pertama:

Dana adalah persiapan utama dalam membeli rumah. Hunian untuk seluruh anggota keluarga ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karenanya, dibutuhkan persiapan yang matang soal budgeting untuk miliki rumah. Saat dana sudah mencukupi untuk membeli rumah, tetap pastikan dana itu benar-benar sudah cukup atau belum. Pastikan juga, ketika dana tersebut terpakai untuk beli rumah, semua kebutuhan lain sudah terpenuhi. Jangan sampai keputusan membeli rumah ini justru membebani kondisi finansial  kebutuhan lain.

Selanjutnya, ada baiknya sejak awal  dipersiapkan dana beli rumah secara khusus agar tidak bercampur dengan dana untuk kebutuhan lain. Setelah memutuskan untuk beli rumah dengan dana yang sudah terkumpul, harus menentukan cara pembelian rumah. 
Nah pilihannya saat akan beli rumah secara tunai atau kredit. Agar tidak salah pilih, harus mempertimbangkan keduanya. Pembelian secara tunai lebih baik dilakukan ketika dana benar-benar sudah sesuai dengan harga rumah. Bahkan, bisa mendapat potongan.

Lain halnya jika skema kredit. Opsi ini diambil saat dana yang terkumpul ternyata belum sesuai dengan harga rumah yang dipilih. Oleh karena itu, bisa dicicil pembelian rumah yaitu harga pokok ditambah biaya kredit. Sistem kredit ini dikenal dengan nama Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Agar terjamin, disarankan harus memilih KPR yang sesuai kemampuan dan layanannya terpercaya.

Dalam skema ini, banyak kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan saat pengajuan KPR. Diantaranya bisa berkunjung diajang pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang berlangsung mulai 15-23 Februari 2020 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pameran ini merupakan rangkaian acara ulang tahun BTN yang ke-70. "Backlog perumahan masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kami sebagai agen Kementerian PUPR (Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat) di bidang pembiayaan perumahan. Ajang Indonesia Properti Expo ini menjadi langkah kami menyediakan berbagai pilihan hunian bagi masyarakat," jelas Executive Vice Presiden Non-Subsidize Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar. Bank BTN masih mendominasi pasar KPR dengan pangsa sebesar 40,31 persen dan KPR Subsidi dengan pangsa 91,55 persen per September 2019. "Kami membidik potensi transaksi KPR senilai Rp 3 triliun pada gelaran IPEX kali ini," pungkas Suryanti.