Tips Aman Saat Survey Rumah di Lokasi Proyek Agar Terhindar Virus Corona

Tips Aman Saat Survey Rumah di Lokasi Proyek Agar Terhindar Virus Corona image
tetaplah menjalankan aktivitas seperti biasa selagi melakukan social distance
JAKARTA, KAMIS (19/3/2020) - Mewabahnya virus corona membuat sejumlah orang takut keluar rumah dan beraktivitas seperti biasa. Tapi impian bisa punya rumah sendiri juga harus terpenuhi. Karenanya, tetaplah menjalankan aktivitas seperti biasa selagi melakukan social distance. Diantaranya termasuk melakukan survey pada unit rumah yang akan dibeli di lokasi proyek properti pun termasuk kegiatan yang diperbolehkan asal dilakukan dengan berhati-hati. Ini tips aman agar terhindar virus Corona; PAKAI MASKER Salah satu cara melindungi diri paparan virus adalah dengan memakai masker penutup hidung dan mulut selama perjalanan menuju lokasi proyek perumahan hingga saat berkomunikasi dengan pihak pengembang. JANGAN PEGANG WAJAH Setelah tiba di lokasi proyek, segera lakukan krocek unit rumah yang akan dibeli secara cepat dan teliti. Kemudian, hindari pegang wajah saat berkomunikasi dengan staf pemasaran, serta jaga jarak aman minimal hingga 1 meter. Saat berada di kantor pemasaran, sempatkan membersihkan tangan dengan sabun dan sanitizer, pastikan juga jari-jari tak menyentuh wajah. Pada saat mendengarkan penjelasan tentang proyek perumahan tersebut, hindari tangan menyentuh bagian-bagian vital, seperti mata, hidung, dan mulut yang cepat menularkan virus Corona. Hindari pembayaran booking secara tunai, atau lebih disarankan menggunakan e banking agar tak bersentuhan tangan dengan pihak marketing. LANGSUNG LEPAS Agar tak terpapar bakteri dan virus setelah melakukan survei dilokasi proyek, segera lepas masker dan sarung tangan sesampainya di rumah. Untuk lebih aman, buang alat perlindungan diri tersebut di tempat sampah di luar rumah demi menjauhkan virus Corona dari keluarga. CUCI TANGAN Cuci tangan setelah bepergian atau menyentuh barang asing wajib dilakukan. Apalagi jika Anda sempat pegang kusen pintu diproyek perumahan atau pegang brosur.Untuk perlindungan ekstra, Anda bisa memanfaatkan hand sanitizer setelah cuci tangan minimal 20 detik dengan sabun. LIHAT KETENTUAN Setelah melakukan survei dilokasi proyek perumahan, baca dan lihat ketentuan dan persyaratan yang dilampirkan pada brosur atau catatan dari marketing. Setelah itu, catat persyaratan yang harus dipersiapkan untuk dilampirkan. Berkas yang sudah lengkap, seperti KTP, NPWP, KK, Slip Gaji, dan Surat Keterangan dibisa dikirim melalui email pihak marketing atau developer. Selain lebih hemat karena tak perlu datang lagi ke kantor marketing, cara ini juga akan menghindarkan keluar dari kontrakan. PENGHASILAN Setelah selesai menanyakan seputar mata pencaharian, pihak bank juga akan mempertanyakan besaran penghasilan bulanan. Ini krusial, karena pihak bank akan melakukan cross check slip gaji yang diberikan, kemudian menilai apakah penghasilan seimbang untuk membayarkan cicilan. Idealnya, bank akan memberikan cicilan 30 persen dari pendapatan. Selain penghasilan bulanan pribadi, kemungkinan bank juga akan menanyakan status menikah. Bila memiliki penghasilan sampingan lainnya, adakah antisipasi jikalau penghasilan bulanan tiba-tiba berhenti, serta pertanyaan tentang kepemilikan aset. PENGELUARAN Selain itu, expense bulanan juga harus dikemukakan secara clear kepada pihak bank. Informasikan biaya yang dikeluarkan untuk biaya hidup, sewa rumah atau kontrakan, listrik, dan lainnya. Ada baiknya jika pengeluaran hanya sepertiga dari pendapatan bulanan sehingga dua pertiganya bisa dipergunakan untuk membayarkan cicilan. Sebenarnya jawaban jujur menghindari dari kredit macet yang bisa memberatkan di kemudian hari. HUTANG PIUTANG Jangan coba-coba mengelabui pihak bank, karena pada akhirnya mereka akan melakukan cross check ke Bank Indonesia apakah memiliki masalah keuangan. Beberapa yang akan ditanyakan diantaranya apakah punya hutang piutang ditempat lain, semisal cicilan motor, mobil, atau kredit bank, dsb. Setelah itu berapa besaran hutang, kepemilikan kartu kredit, dan bagaimana pembayaran setiap bulannya juga menjadi penilaian penting apakah pengajuan kredit bisa di acc. Setelah mengetahui pertanyaan wawancara KPR, persiapkan diri sebaik mungkin. Pernyataan yang lengkap dan meyakinkan penting untuk menghindari hasil wawancara yang lemah.Berikan pernyataan yang jujur dan tidak berbelit. Jangan sampai diri Anda sendiri terlihat tidak yakin sehingga menimbulkan curiga. Jawaban yang penuh percaya diri tentu semakin mempertebal trust pihak bank untuk menyetujui KPR Anda.