Tingkatkan Penjualan, Pengusaha Properti Diminta Lebih Kreatif

Tingkatkan Penjualan, Pengusaha Properti Diminta Lebih Kreatif image
Tak terkecuali di sektor properti terus dituntut pelaku pengusaha harus lebih kreatif untuk meningkatkan penjualannya.
JAKARTA, JUM'AT (27/3/2020) -Mewabahnya virus Corona atau Covid-19 yang melanda di tanah air, secara nyata berdampak pada perekonomian Indonesia. Tak terkecuali di sektor properti para pelaku usaha dituntut harus lebih kreatif untuk meningkatkan penjualannya. Gad Permata, Vice President PT Adhouse Clarion Events (ACE) mengakui saat ini merupakan tahun yang berat untuk pelaku usaha. Namun, ini merupakan tantangan yang harus mampu dilewati. “Pelaku usaha di tantang untuk bisa lebih kreatif lagi untuk tetap bisa menyampaikan dan menawarkan produk-produk mereka dengan mengandalkan fasilitas dan kemajuan teknologi yang ada sekarang ini disaat hampir semua orang lebih memilih berada didalam rumah untuk menerapkan Social Distancing,” kata Gad Permata,dalam keterangannya, Sabtu, (28/3/2020). Ia meyakini, pelaku usaha khususnya disektor properti tetap mampu mencapai target penjualan mereka ditengah pandemi virus Corona. Kemudian, ditengah kondisi wabah covid-19 ini, PT ACE terus melakukan rebranding sejumlah event yang sudah ada. Hal ini sebagai bentuk komitmen menyediakan event Indonesia Properti Expo (IPEX) yang menampilkan produk-produk properti berkualitas kepada setiap pengunjung sebagai calon konsumen pencari hunian. “Kami mengapresiasi Pemerintah dalam mengeluarkan stimulus pemberian bantuan cicil rumah subsidi, kami juga berharap agar Pemerintah bisa mengeluarkan stimulus terkait kemudahan dalam proses pemberian pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah oleh Bank kepada masyarakat apalagi disaat suku bunga acuan telah turun,” jelas Gad Permata. PT Adhouse Clarion Event (ACE) mendukung program Pemerintah dalam penerapan Social Distancing akibat merebaknya wabah virus Covid-19 di tanah air dan negara-negara lain di dunia. “Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, kami memberlakukan Work FromHome (“WFH”) bagi para karyawan,” tambah Gad Permata. Perusahaan juga telah melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer serta sosialiasi pentingnya Social Distancing. “Inilah wujud dukungan dan kepedulian kami terhadap negara kita tercinta. Kemudian kami juga ingin memberikan rasa tenang dan nyaman kepada para karyawan kami khususnya yang telah menjalani Work From Home (WFH),” pungkas Gad Permata. Hal senada diungkapkan Abdi Fajrin, Senior Marketing Manager PT Adhouse Clarion Events (PT ACE). Menurutnya, properti tahun ini seharusnya mengalami peningkatan, sebab optimisme konsumen yang sudah mulai meningkat sejak pagelaran ajang IPEX periode November 2019. Pada saat itu, indeks keyakinan konsumen mulai naik. “Memang benar ada peningkatan yang cukup signifikan pada edisi November dan Februari. Pengunjung pameran juga mengalami peningkatan sebesar 25%. Jika wabah corona cepat diatasi, saya rasa itu dapat meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh wabah tersebut” katanya. Dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, sektor properti tidak terkena dampak negatif secara langsung. Kendati masyarakat tengah mengahadapi corona, namun tak mengurangi minat konsumen end user untuk membeli properti. Menurut Abdi, jika end user memiliki kebutuhan, maka mereka akan membelinya. Apalagi saat ini komposisi pasar pembeli properti berubah. Sebelum 2010, porsi konsumen properti seimbang antara investor maupun end user. Namun sekarang, sebanyak 70-80 persen konsumen didominasi oleh end user. Sedangkan 20-30 persennya merupakan investor. Keyakinan tersebut terlihat masih tingginya antusias pengembang yang ikut sebagai peserta IPEX 2020. “Ditambah permintaan hunian bagi masyarakat juga terus bertambah, seiring pertumbuhan populasi manusia,” pungkas Abdi.