Tingkatkan Kualitas Hidup Ditengah Pandemi Covid-19

Tingkatkan Kualitas Hidup Ditengah Pandemi Covid-19 image
Salah satunya yaitu dapat meningkatkan kualitas hidup ditengah pandemi seperti yang dipaparkan oleh Handrick Tanuwidjaja, Co-founder of midfull project, pada wawancara khusus live streaming dengan channel platform Indonesia Properti Expo (IPEX) mengenai kesehatan mental dan mindfulness.
JAKARTA, JUM'AT (24/4/2020) - Ditengah pademi Covid-19 yang tak kunjung usai hingga saat ini, tentu dibutuhkan menjaga kesehatan mental agar senantiasa bisa seimbang serta mampu memberikan energi positif. Salah satunya yaitu dapat meningkatkan kualitas hidup ditengah pandemi seperti yang dipaparkan oleh Handrick Tanuwidjaja, Co-founder of midfull project, pada wawancara khusus live streaming dengan channel platform Indonesia Properti Expo (IPEX) mengenai kesehatan mental dan mindfulness. Dalam wawancara live streaming tersebut, Handrick memaparkan transformasi hidup dirumah dengan mindfulness. Menurutnya, mindfulness merupakan seni memberikan perhatian sehingga kualitas hidup meningkat. "Cirinya yaitu lega tidak sibuk dengan pinalaian, saat ini tidak perlu berusaha ke masa lalu dan masa depan, dan utuh dengan batin dan tubuh bersama. Ada badai yang sedang berkecamuk, kit bisa beristirahat didalam rumah, betapa leganya," jelas Handrick. Nah, kemudian langsung selanjutnya yaitu belajar tentang diri lewat keseharian. Menurut Handrick, untuk menerapkan kualitas hidup dalam kondisi pademi seperti sekarang ini harus mampu mengatur kegiatan, jangan membuang energi dan waktu dengan nonton. "Belajar memberi jeda, bermeditasi untuk diri sendiri memberi jeda ketika berkomunikasi," jelasnya. Kemudian, penerapan midfulness dibutuhkan untuk bisa meluangkan waktu untuk duduk setidaknya antara 5-10 menit. Selanjutnya, bisa bergerak melakukan kegiatan yoga, hidup sehari-hari seperti masak, mandi, maupun gosok gigi. Jika sedang melakukan Work From Home (WFH) bisa saat jeda dilakukan diantara kegiatan bekerja atau ditengah kesibukan. Saat puasa di bulan Ramadhan, penerapan midfulness juga sangat bermanfaat pada organ otak untuk istirahat. "Dengan sistem sarat PNS, kita mampu mengistirahatkan organ untuk bisa bekerja lebih sempurna. Kemudian manfaat lain pada pandangan mata yaitu belajar merasa cukup, tidak terus menuruti dorongan kurang ini dan itu. Puasa dan midfulness saling membantu. Tak cuma itu, bulan puasa bisa menerapkan midfulness dalam tiap doa kita agar lebih kusyuk," jelasnya. Handrick juga menambahkan tentang penerapan midfulness yang terinci pada face atau menghadapi. "Fokus membawa perhatian disini kini, acknowledge yaitu mengizinkan perasaan dan pikiran, come back yaitu kembali ke tubuh kita, dan engange adalah melakukan aktivitas dengan penyadaran," pungkasnya.