Tantangan Baru Dibalik Perencanaan Hunian Urban

Tantangan Baru Dibalik Perencanaan Hunian Urban image
Unsur-unsur ekologi secara konsisten diterapkan mulai dari depan hingga ke belakang rumah untuk menyiasati iklim mikro yang kurang sehat di lahan sempit
JAKARTA, SELASA (10/3/2020) - Berangkat dari kebutuhan ruang yang terus meningkat, ternyata menjadi tantangan baru bagi arsitek dalam perencanaan hunian di perkotaan (Urban). Ditambah lagi persoalan iklim mikro yang kurang sehat akibat polusi dan minimnya vegetasi (pepohonan). “Di satu sisi kondisi tersebut tidak menguntungkan, tetapi di sisi lain bagi arsitek menjadi tantangan untuk berinovasi, kreatif, dan dinamis dalam menyiasati keadaan,” jelas Andi Pratama, arsitek di Jakarta, belum lama ini. Desain rumah yang berlokasi di Cinere, Kota Depok (Jawa Barat), di selatan Jakarta ini adalah salah satu jawaban yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan rumah urban tersebut. Sementara, untuk lahan diatas 103 meter persegi (m2) berdimensi 6,5 x 13 meter (lebar x panjang), diakomodasikan sebagai kebutuhan ruang yang kompleks dengan bangunan tiga lantai 150 m2. Hunian merupakan hasil renovasi dengan membongkar total rumah lama. Semula rumah dibeli dari developer dengan standar tipe satu lantai berisi dua kamar tidur. Selanjutnya, pertambahan dua anak laki-laki dan perempuan, pemiliknya ingin menambah kamar tidur dan sebuah kamar untuk orang tua yang sering berkunjung. Arsitek dan pemilik rumah melakukan diskusi intensif untuk mendapatkan rancangan yang memuaskan dan menjadi solusi berkelanjutan. Proses pembangunan diselesaikan dalam 13 bulan dengan estimasi biaya konstruksi Rp600 juta dua tahun lalu. Unsur-unsur ekologi secara konsisten diterapkan mulai dari depan hingga ke belakang rumah untuk menyiasati iklim mikro yang kurang sehat di lahan sempit. Di antaranya ventilasi silang yang tercipta dari dua bukaan berupa pintu dan jendela yang diletakkan berhadapan untuk saling meneruskan udara masuk dan keluar. Kolam ikan di teras rumah untuk menetralkan polusi, ditambah tanaman rambat di dinding belakang rumah serta roof garden di balkon untuk penghijauan. Pendekatan ke alam juga dilakukan dari pemilihan material seperti batu andesit dan kayu. Konsep material yang dihadirkan apa adanya juga diarahkan pada nuansa industrialis. Terlihat kuat pada lantai semen, dinding beton dan bata ekspos, material tangga utama menuju lantai dua dari bahan logam berwarna hitam, serta finishing natural pada kayu-kayu berwarna krem. Termasuk bidang-bidang kaca besar yang menghadirkan view luar seakan tertarik ke dalam, sehingga ruang luar dan dalam seolah-olah tanpa batas untuk menyiasati lahan terbatas. Pintu masuk utama menuju bangunan, bahkan juga diciptakan dari kaca transparan. “Di tengah-tengah lingkup warna bangunan yang hanya abu-abu, hitam, krem, dan putih, komposisi ini menjadi sangat menarik,” terang arsitek yang sering merancang rumah untuk developer real estate itu. Pembagian ruang dipisahkan antara area publik dan privat dalam empat level berbeda. Ruang-ruang publik dirancang saling berkomunikasi, sementara di antara ruang-ruang privat justru sebaliknya, didesain tertutup. Celah-celah antara lantai menjadi fungsional untuk terjadinya komunikasi di antara penghuni. Perancang mengoptimalkan bangunan dengan menaruh area tamu, area makan, area dapur dan taman dalam di lantai satu. Di lantai ini juga terdapat satu kamar tidur untuk tamu atau orang tua yang berkunjung. Di dekat area makan disiapkan bale-bale kayu yang multifungsi untuk para penghuni. View ke arah taman yang tingginya sejajar dengan area duduk menciptakan atmosfer yang menyenangkan. Di lantai dua tersedia kamar tidur utama yang menyatu dengan kamar mandi di dalamnya serta area duduk dengan pintu kaca besar yang jika dibuka akan menyatu dengan balkon serta roof top garden. Di area ini konsep antar-ruang publik saling berkomunikasi dapat dirasakan oleh aplikasi kaca-kaca besar transparan sebagai pembatas antar ruang. Selanjutnya menuju lantai tiga akan ditemui kamar tidur anak dengan kaca besar transparan sebagai konektivitas yang menghadirkan visualisasi ke arah area duduk di lantai dua dan roof garden. Satu tingkat lebih atas lagi terdapat satu kamar tidur anak dengan view ke arah taman rumput.