Pandemi Covid 19, Nasabah KPR Libur Bayar Cicilan

Pandemi Covid 19, Nasabah KPR Libur Bayar Cicilan image
Kebijakan ini dilakukan sesuai arahan pemerintah dan POJK yang mengatur tentang relaksasi kredit terkait COVID-19.
JAKARTA, KAMIS (16/4/2020) - Ditengah pandemi Covid 19, ribuan nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) libur bayar cicilan. Menurut data yang dirilis PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menerima permohonan restrukturisasi kredit dari debitur terdampak virus Corona ada lebih dari 17 ribu debitur yang sudah mengajukan libur 'nyicil' kredit. Kebijakan ini dilakukan sesuai arahan pemerintah dan POJK yang mengatur tentang relaksasi kredit terkait COVID-19.

Hingga saat ini proses klasifikasi atas permohonan dari debitur kredit yang mengajukan terus berlangsung secara online. "Sudah ada 17.000 lebih debitur yang pinjamannya sudah dilakukan restrukturisasi. Yang mengajukan permohonan restrukturisasi angkanya puluhan ribu," ujar Direktur Finance, Planning, & Treasury Bank BTN Nixon L. P. Napitupulu lewat keterangannya. Bank BTN mencatatkan memiliki hampir 2 juta debitur dengan jumlah pinjaman lebih dari Rp 250 triliun.

Nasabah yang mengajukan restrukturisasi ke BTN mencatatkan total pinjaman sekitar Rp 2,7 triliun. "Jumlah tersebut mencakup debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan keseluruhannya di bawah Rp10 miliar sesuai ketentuan OJK," kata Nixon. Debitur BTN yang mau mengajukan permohonan retrukturisasi tidak harus datang ke kantor cabang tempat mereka mengajukan kredit. BTN telah menyiapkan layanan online untuk mengakomodir permohonan tersebut melalui www.rumahmurahbtn.co.id. Ia menegaskan tidak semua debitur dapat menikmati libur 'nyicil' kredit ini, karena hanya diberlakukan bagi debitur yang benar-benar terdampak Corona. "Oleh karena itu bank perlu melakukan klasifikasi dan kami sudah lakukan itu," pungkasnya.