Menyiasati Cicilan KPR agar Cepat Lunas

Menyiasati Cicilan KPR agar Cepat Lunas image
Dana segar tambahan seperti bonus atau Tunjungan Hari Raya (THR) menjadi salah satu cara mensiasati agar cicilan KPR bisa lebih cepat lunas. Bonus maupun uang tunjangan lain bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pelunasan sebagian utang KPR, maka pokok utang akan berkurang.
JAKARTA, RABU (22/4/2020) - Banyak nasabah atau debitur yang merasa lelah jika menghitung tenggang waktu atau tenor pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih terlampau lama. Apalagi, ada rasa was-was jika diperjalanan nasabah mengalami penurunan penghasilan atau bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Pastinya, akan menjadi preseden buruk bagi debiturnya. Selanjutnya, dana segar tambahan seperti bonus atau Tunjungan Hari Raya (THR) menjadi salah satu cara mensiasati agar cicilan KPR bisa lebih cepat lunas. Bonus maupun uang tunjangan lain bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pelunasan sebagian utang KPR, maka pokok utang akan berkurang. Ini adalah metode standar, yaitu mengurangi pokok kredit sehingga berimplikasi pada porsi bunga yang harus dibayarkan setiap bulan. Beban cicilan KPR bisa diatasi dengan mengurangi sisa pokok. Tujuannya mengurangi utang pokok sehingga memperkecil cicilan angsuran. Selain itu, setiap tahun seorang pekerja memiliki THR.

Hal tersebut juga dapat dialokasikan untuk memperbesar cicilan. Setiap beberapa tahun sekali bisa minta bank untuk memperbesar cicilan. Mungkin bisa juga tidak setiap tahunnya, misalnya per 3 atau 5 tahun sehingga jangka waktu bisa turun. Strategi lain adalah pindah ke bank lain yang menawarkan bunga KPR yang lebih kecil, atau biasanya disebut dengan take over. Ketika melakukan take over bisa menghitung ulang komposisi angsuran sesuai dengan kemampuan untuk lebih meringankan, sehingga bisa mempercepat pelunasan KPR. Kendati begitu, harus diperhitungkan saat melakukan take over adalah biaya tambahan atau penalti, misalnya 1% dari sisa pokok. Kombinasi cara pertama dengan cara kedua dapat dilakukan. Artinya, setelah mengalihkan cicilan ke bank lain, dapat menambah alokasi dana untuk cicilan.

Sehingga, dapat memperoleh keuntungan ganda, yaitu masa kredit lebih cepat dan beban bunga lebih. Tapi tetap harus diperhitungkan lagi ya, takutnya harusnya untung malah rugi karena harus bayar lebih banyak. Jadi bisa disimpulkan, keputusan untuk melunasi KPR dengan lebih cepat tetap harus mempertimbangkan keuntungan dan kerugian. Jangan semata-mata mengejar lunas, perhitungkan keseluruhan dengan matang dan cermat. Seperti mengetahui waktu yang tepat untuk melunasi KPR. Lebih bagus lagi kalau ditarik persent value-nya. Jadi misalnya perlu pindah bank berapa nilai uangnya setelah 10 tahun mendatang. Itu akan lebih bagus. Setali tiga uang, cara ini bisa diterapkan apabila ingin mempercepat pelunasan cicilan KPR.

Nasabah dapat mengumpulkan dananya dari pemasukan yang tidak mengganggu cash flow bulanan. Misalnya, sekitar 20%-30% dari THR atau bonus. Pelunasan KPR yang dipercepat merupakan pilihan nasabah sepenuhnya, sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan nasabah. Namun, ada beberapa bank yang menerapkan penalti jika nasabah mempercepat pelunasan cicilan KPR. Dia melanjutkan di beberapa bank memiliki ketentuan biaya penalti untuk percepatan pelunasan KPR sebesar 1%. Namun, ada juga bank yang memberikan kebebasan untuk memperpendek jangka waktu kredit dan bebas meringankan angsuran bulanan tanpa dikenakan biaya penalti. Berikut ilustrasi cara menggunakan dana segar untuk mengurangi besaran KPR. Nasabah akad kredit KPR sebesar Rp1 miliar untuk jangka waktu kredit 10 tahun, dimulai pada bulan Januari 2015. Angsuran per bulan kira-kira sebesar Rp13,5 juta. Pada bulan Januari 2018 (atau kredit telah berjalan 3 tahun), sisa pokok utang adalah Rp800 juta. Nasabah memiliki dana lebih dan melakukan pelunasan dipercepat sebagian sebesar Rp200 juta (sisa pokok hutang menjadi Rp 600 juta). Dengan dilakukannya pelunasan di luar jadwal angsuran KPR (pelunasan sebagian) ini, untuk sisa pokok utang yang ada nasabah dapat memilih antara lain: Memperpendek sisa jangka waktu kredit dengan angsuran bulanan tetap Rp13,5 juta, atau Sisa jangka waktu kredit tetap 7 tahun dengan angsuran bulanan yang lebih kecil/ringan.