Manfaatkan Pandemi Covid 19 untuk Branding Properti

Manfaatkan Pandemi Covid 19 untuk Branding Properti  image
Pasar properti merupakan sektor yang paling bertahan tetap melakukan aktivitas dibandingkan sektor lain.
JAKARTA, KAMIS (9/4/2020) - Ditengah pandemi virus Corona, semua melakukan isolasi di rumah untuk memutus penyebaran virus ini yang sangat cepat antar manusia. Bahkan semua kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa telah dihentikan. Pasar properti merupakan sektor yang paling bertahan tetap melakukan aktivitas dibandingkan sektor lain. Kendati kalangan pengembang menutup kantor-kantor marketingnya dan hanya melakukan pertemuan dengan calon konsumen dengan sangat terbatas. Potensi pasar sektor properti sendiri masih sangat besar, namun pandemi ini membuat pasar kembali wait and see dan menunda belanja-belanja yang tidak prioritas termasuk properti. Karena situasi yang membuat sales maupun kegiatan konstruksi terhenti, sekarang justru saat yang paling tepat untuk melakukan branding dan berpromosi. Keberadaan teknologi ini harus diaplikasikan untuk terus meningkatkan value dari produk yang dipasarkan mumpung developer sekarang lagi banyak waktu luang dari berhentinya kegiatan sales dan konstruksi, fokus saja dulu pada branding karena situasinya memang lagi sulit untuk bermanuver. Dari sisi konsumen, situasi saat ini juga lebih baik karena harga properti secara umum sudah terkoreksi sejak beberapa tahun terakhir dan itu akan semakin bertambah dengan situasi wabah Covid-19. Patokan suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) sejak akhir tahun lalu juga sudah sangat rendah sehingga sekarang justru saat yang sangat baik untuk konsumen membeli. Bila tidak ada wabah Covid-19, bisa dipastikan saat ini akan banyak yang berbondong-bondong untuk membeli properti. Hanya saja Covid-19 membuat orang menunggu selain lebih memprioritaskan situasi kesehatannya. Masyarakat juga akan lebih fokus untuk operasional kehidupan sehari-hari saat harus mengkarantina bersama keluarganya di rumah. Kondisi ini juga sudah diproyeksi sebelum ada wabah ini, tahun 2020 itu titik terendahnya sektor properti dan setelah itu akan ada kenaikan di hampir seluruh sektor. Tapi dengan wabah ini titik terendah itu sepertinya akan bergeser lebih panjang lagi. Kemarin saja situasinya sudah sangat berpihak untuk konsumen, sekarang situasi itu menjadi lebih menguntungkan lagi untuk konsumen. Makanya developer harus tetap branding dan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan transaksi tanpa harus ada pertemuan.