Kuartal I-2020, Penjualan PP Properti Capai Target 95%

Kuartal I-2020, Penjualan PP Properti Capai Target 95% image
Kendati dihantam wabah virus Corona, namun penjualan PT PP Properti (Persero) Tbk (PPRO) tetap mampu mencapai 95 persen dari target Kuartal I-2020.
JAKARTA, RABU (6/5/2020) - Kendati dihantam wabah virus Corona, namun penjualan PT PP Properti (Persero) Tbk (PPRO) tetap mampu mencapai 95 persen dari target Kuartal I-2020. Pencapaian itu telah tercatat pada pembukuan penjualan PP Properti dalam kurun empat bulan pertama Rp 265 miliar dan saat ini perusahaan telah mengantongi Rp 263 miliar. "Pencapaian target ini paling banyak didominasi dari hasil pemasaran pada Januari dan Februari, sedangkan pada Maret, April hingga Mei penjualan sudah mulai melambat," kata Direktur Keuangan PP Properti Indaryanto. Ia mengaku, target Kuartal Pertama perseroan memang tidak sebanyak Kuartal Kedua, Ketiga maupun Keempat. Tapi hasil penjualan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi perusahaan yang mampu membukukan penjualan sesuai rencana. "Yang jelas kami pada bulan April masih dapat melakukan penjualan tetapi tidak dapat semaksimal waktu masa normal. Kini kami melakukan penjualan dengan online marketing," lanjut Indaryanto. Kendati demikian, Indaryanto mengungkapkan, bahwa pencapaian Kuartal I-2020 tersebut masih jauh bila dibandingkan dengan target tahunan PPRO. "Pencapaian Kuartal I masih sekitar 12 persen dari target tahun ini," imbuh dia. Oleh karena itu, pada masa Pandemi Covid-19, PPRO menerapkan sejumlah strategi untuk tetap menyeimbangkan alur kas perusahaan. Salah satunya dengan memperlambat empat pembangunan (slowing down) proyeknya yakni satu hospitality dan tiga residensial. Tak hanya itu, PPRO juga mulai berfokus pada penyelesaian pembangunan tujuh proyek lainnya tahun ini. Sejumlah proyek tersebut yakni, Grand Sungkono Lagoon Tower Caspian dan Grand Dharmahusada Lagoon, di Surabaya, Begawan Apartment di Malang, Amartha View dan The-Alton, di Semarang, Evenciio Apartment di Depok, dan The Ayoma Apartemen di BSD City. Menurut Indaryanto, langkah tersebut dapat membantu alur kas PPPRO apabila terdapat konsumen yang membayar dengan cara Kredit Pemilikan Apartemen (KPA). Dengan demikian, Bank dapat memberikan draw done (pembayaran) ke Perseroan. PPRO juga berencana merevisi target akhir tahun untuk menyesuaikan pencapaian tahun 2020 yang terhambat karena Covid-19.