Kenali Prosedur Balik Nama Sertifikat Rumah

Kenali Prosedur Balik Nama Sertifikat Rumah image
Lain persoalan, jika rumah yang dibeli dari proyek baru, maka urusan balik nama sertifikat rumah akan diurus dari pengembang.
JAKARTA, KAMIS (9/4/2020) - Proses jual beli rumah tak semua diberlakukan sama. Lain persoalannya, jika rumah yang dibeli dari proyek baru, maka urusan balik nama sertifikat rumah akan diurus dari pengembang. Namun lain ceritanya, apabila rumah yang dibeli adalah rumah seken, maka urusan balik nama sertifikat rumah akan diurus sendiri atau biaya ditanggung bersama antara penjual dan pembeli. Bisanya, sebagai pembeli, segala tetek-bengeknya harus diurus sendiri. Termasuk proses pengurusan balik nama sertifikat rumah yang sebelumnya tercantum atas nama penjual. Apalagi, sertifikat yang dimaksud adalah Sertifikat Hak Milik (SHM). SHM adalah bukti kepemilikan paling kuat atas lahan atau tanah karena tidak ada lagi campur tangan ataupun kemungkinan kepemilikan pihak lain. Status SHM juga tak memiliki batas waktu. Sebagai bukti kepemilikan paling kuat, SHM menjadi alat paling valid untuk melakukan transaksi jual beli rumah maupun penjaminan untuk kepentingan pembiayaan perbankan. Sebenarnya, balik nama sertifikat ini tidak mesti dilakukan bila si penjual merupakan kerabat dekat. Terlebih jika sudah memegang bukti otentik lain berupa AJB (Akta Jual Beli). Akan tetapi untuk berjaga-jaga dari masalah di kemudian hari, sebaiknya proses ini segera dilakukan selepas waktu akad. PROSEDUR Untuk memandu yang tengah dihadapkan dengan masalah balik nama sertifikat, berikut panduan langkah mudah cara mengurus sesuai prosedurnya; 1. Penjual dan pembeli telah menandatangani Akta Jual Beli dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika akta jual beli belum ditandatangani oleh penjual, pembeli, PPAT, dan saksi. 2. Penjual telah melunasi pajak penghasilan (PPh), sementara pembeli telah melunasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Proses balik nama sertifikat rumah tidak dapat dilakukan jika PPh, BPHTB, PBB, belum dilakukan pembayaran lunas. 3. Pembeli dan penjual telah melunasi biaya Akta Jual Beli sekaligus bea balik nama sertifikat pada PPAT yang ditunjuk. Untuk jasa pelayanan yang maksimal, penjual dan pembeli sebaiknya membayar jasa PPAT di muka. Hal ini dimaksudkan, ketika proses balik nama sertifikat rumah telah selesai, maka pembeli tinggal mengambil sertifikat yang telah balik nama tersebut tanpa mengeluarkan biaya lagi. 4. Kantor PPAT akan mengurus balik nama ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat dengan disertakan sertifikat asli, akta jual beli, fotokopi KTP penjual dan pembeli, bukti pelunasan PPh, bukti pelunasan BPHTB. Untuk proses balik nama maka yang diserahkan ke BPN adalah sertifikat aslinya berikut salinan akta jual beli. 5. Jika sesuai jadwal dan prosedur maka proses balik nama kurang lebih 2 minggu, namun dalam prakteknya antara 1 sampai 2 bulan. Besaran biaya pembuatan balik nama sertifikat rumah bergantung pada Zona Nilai Tanah (ZNT). Sedangkan Badan Pertanahan Nasional menetapkan ongkos pembuatan yang tergantung dari nilai transaksi berikut lokasi rumahnya. Mengenali proses ini diharapkan bisa mengantisipasi persoalan yang sering timbul hingga terjadinya pungutan liar (pungli).