Interview KPR, Apa Saja Pertanyaan Bank?

Interview KPR, Apa Saja Pertanyaan Bank? image
Interview  pun menjadi penentu akhir apakah cukup bertanggung jawab dalam kewajiban kredit kedepannya
JAKARTA, RABU (6/2/2020) - Ketika calon konsumen telah mengajukan berkas data diri serta melengkapi persyaratan, tahap selanjutnya yaitu wawancara sebagai penentu persetujuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kemudian, pertanyaan yang bakal diajukan pihak bank, pasti berkaitan kredit sebagai tanggungan dalam jangka tertentu. Aturannya, sebelum akad kredit, pihak bank harus melihat apakah calon kreditur meyakinkan menjadi client potensial untuk diberikan pinjaman dana.

Interview  pun menjadi penentu akhir apakah cukup bertanggung jawab dalam kewajiban kredit kedepannya. Sebelum wawancara, pastikan membawa segala kelengkapan syarat surat dan dokumen karena interview juga mencakup crosscheck data yang dimiliki. Agar tidak tertinggal, siapkan dari jauh-jauh hari dan cek kembali secara runut. Setelah yakin semua surat dan dokumen yang dibutuhkan sudah siap, bisa mulai berlatih menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh pihak bank saat interview pemohon kredit sebagai berikut:

1.MATA PENCARIAN

Pekerjaan apa saja yang dilakukan sehingga bisa mendapatkan uang, tentu menjadi pertimbangan oleh pihak bank. Pihak bank akan mengkonfirmasi ulang mengenai mata pencaharian meskipun sudah mengetahui melalui dokumen yang diberikan. Pihak bank juga akan mengajukan pertanyaan seputar pekerjaan secara mendetail mulai dari jenis pekerjaan dan perusahaan dibidangnya. Disamping itu, selain pekerjaan tetap pihak bank akan mempertanyakan 
 tentang pekerjaan sampingan sehingga bisa menjadi penunjang. Bank juga akan mempertanyakan mengenai status pekerjaan, apakah masih kontrak atau karyawan tetap serta masa bekerja minimal 1 tahun.

2. PENGHASILAN

Setelah selesai menanyakan seputar mata pencaharian, pihak bank juga akan mempertanyakan besaran penghasilan bulanan. Ini krusial, karena pihak bank akan melakukan cross check slip gaji yang diberikan, kemudian menilai apakah penghasilan seimbang untuk membayarkan cicilan. Idealnya, bank akan memberikan cicilan 30 persen dari pendapatan. Selain penghasilan bulanan pribadi, kemungkinan bank juga akan menanyakan status menikah. Bila  memiliki penghasilan sampingan lainnya, adakah antisipasi jikalau penghasilan bulanan tiba-tiba berhenti, serta pertanyaan tentang kepemilikan aset.

3.PENGELUARAN

Selain itu, expense bulanan juga harus dikemukakan secara clear kepada pihak bank. Informasikan biaya yang dikeluarkan untuk biaya hidup, sewa rumah atau kontrakan, listrik, dan lainnya. Ada baiknya jika pengeluaran hanya sepertiga dari pendapatan bulanan sehingga dua pertiganya bisa dipergunakan untuk membayarkan cicilan. Sebenarnya jawaban jujur menghindari dari kredit macet yang bisa memberatkan di kemudian hari.

4. HUTANG PIUTANG

Jangan coba-coba mengelabui pihak bank, karena pada akhirnya mereka akan melakukan cross check ke Bank Indonesia apakah memiliki masalah keuangan. Beberapa yang akan ditanyakan diantaranya apakah punya hutang piutang ditempat lain, semisal cicilan motor, mobil, atau kredit bank, dsb. Setelah itu berapa besaran hutang, kepemilikan kartu kredit, dan bagaimana pembayaran setiap bulannya juga menjadi penilaian penting apakah pengajuan kredit bisa di acc. Setelah mengetahui pertanyaan wawancara KPR, persiapkan diri sebaik mungkin. Pernyataan yang lengkap dan meyakinkan penting untuk menghindari hasil wawancara yang lemah. Berikan pernyataan yang jujur dan tidak berbelit. Jangan sampai diri Anda sendiri terlihat tidak yakin sehingga menimbulkan curiga. Jawaban yang penuh percaya diri tentu semakin mempertebal trust pihak bank untuk menyetujui KPR Anda.