Inilah Penjelasan Restrukturisasi KPR

Inilah Penjelasan Restrukturisasi KPR image
Tak sedikit nasabah atau debitur yang belum mengerti tentang restrukturisasi khususnya pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
JAKARTA, KAMIS (30/4/2020) - Tak sedikit nasabah atau debitur yang belum mengerti tentang restrukturisasi khususnya pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Oleh sebab itu, melalui artikel ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan program yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan tersebut. Berikut penjelasannya; Restrukturisasi adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Kebijakan restrukturisasi kredit yang dilakukan pihak bank antara lain melalui, penurunan suku bunga kredit, perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan bunga kredit, pengurangan tunggakan pokok kredit, penambahan fasilitas kredit, dan konversi kredit menjadi penyertaan Modal Sementara. Selain itu, terdapat sejumlah persyaratan untuk mengajukan restrukturisasi kredit kepada bank. Diantaranya seperti, Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan atau bunga kredit serta Debitur memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi. Sementara itu, kebijakan kelonggaran restrukturisasi yang dikeluarkan OJK dinilai menguntungkan bank karena mampu menjaga likuiditas. Skema restrukturisasi bagi debitur UMKM, yakni berupa perpanjangan jangka waktu, pengaturan kembali jadwal angsuran pokok dan atau bunga serta pengurangan suku bunga sesuai dengan kondisi usaha debitur. Kelonggaran restrukturisasi kredit tersebut bertujuan untuk membantu nasabah dan bank. Kelonggaran diberikan kepada bank dalam melakukan restrukturisasi kredit nasabahnya, termasuk diantaranya menurunkan bunga atau menunda pembayaran angsuran pokok. Dengan restrukturisasi ini nasabah bisa melanjutkan memiliki rumah idaman dan diharapkan bisa kembali normal setelah usai pandemi. Di sisi bank, dengan kelonggaran ini non perforoming loan (NPL) bisa ditekan dan menurunkan kewajiban pencadangan sehingga likuiditas bank juga menjadi lebih terjaga.