Manfaatkan Teknologi Properti untuk Cegah Wabah Virus Corona

Manfaatkan Teknologi Properti untuk Cegah Wabah Virus Corona image
Penerapan teknologi properti berkonsep kota pintar dengan basis data yang cukup canggih dinilai bisa menekan korban kasus corona sehingga relatif tak naik secara signifikan.
JAKARTA, JUM'AT (3/4/2020) — Teknologi properti dinilai bisa mencegah wabah virus corona jenis baru atau Covid-19 makin meluas jika telah diterapkan secara multifungsi. Chairman Indonesia Proptech Association Rusmin Lawin menjelaskan, bahwa Indonesia sebetulnya bisa mencontoh negara-negara lain dalam penanganan Covid-19 yang saat ini sudah menjadi pandemi. Ia menambahkan, bahwa di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Singapura yang kotanya menerapkan teknologi properti berkonsep kota pintar dengan basis data yang cukup canggih dinilai bisa menekan korban kasus corona sehingga relatif tak naik secara signifikan.

Hal ini lantaran penerapan teknologi properti di dalam kota pintar dinilai akan memudahkan pemerintah untuk mengatasi bencana wabah corona. "Itu adalah keuntungan karena mereka siap menghadapi pandemi corona sebab bisa mendeteksi pergerakan orang. Itulah mengapa cepat sekali meminimalisir korban," katanya. Rusmin sekaligus mewakili Wakil Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) itu menyatakan bahwa penerapan teknologi properti di tengah kondisi saat ini sangat dibutuhkan. "Justru teknologi itu diuji kehebatannya supaya bagaimana bisa menjawab tantangan [akibat] virus corona itu, termasuk proptech dan database seperti bagaimana sekarang orang kerja dari rumah tanpa harus mengurangi kualitas kerjanya. Jadi, teknologi kuncinya," tuturnya.

Sayangnya, Rusmin menyebut bahwa penerapan teknologi properti di Indonesia masih minim. Untuk itu, dia mendorong agar pemerintah dalam hal ini Kominfo dan Bappenas perlu mempersiapkan cetak biru (blue print) mengingat perkembangan teknologi juga membutuhkan big data. Menurutnya, big data di Indonesia saat ini belum mencapai sinkronisasi atau jauh dari kata standar. Selain percepatan infrastruktur, pemerintah juga harus mendorong standardisasi data agar bisa mengembangkan kecerdasan buatan (artificial intelligence). "Termasuk nantinya kita bisa menghadapi pandemi seperti corona, kita bisa lebih siap dengan proptech, juga mencegah munculnya problem baru," tuturnya. Selain percepatan infrastruktur dan standardisasi data, industri teknologi properti juga dinilai membutuhkan insentif kepada para perusahaan rintisan yang bergerak di sektor ini. Pemerintah dalam hal ini bisa mencontoh Malaysia dan Singapura yang sangat aktif menyalurkan insentif pada perusahaan rintisan untuk pengembangan ekonomi digitalnya.