Cari Rumah dekat Stasiun KRL? Cukup Datang ke IPEX Langsung Booking

Cari Rumah dekat Stasiun KRL? Cukup Datang ke IPEX Langsung Booking image
Ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) yang akan berlangsung mulai 15 - 23 Februari 2020, menjadi solusi mewujud punya rumah sendiri
JAKARTA, KAMIS (6/2/2020) - Tingginya permintaan hunian dekat transportasi umum, saat ini kian menjadi primadona bagi pencari properti. Apalagi, sejumlah pengembang yang menawarkan hunian dekat Stasiun KRL Commuter Line dengan harga murah juga semakin sulit untuk dijangkau masyarakat. Namun, jangan terburu merasa kawatir karena masih banyak promo menarik yang bakal ditawarkan pengembang perumahan idaman. Ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) yang akan berlangsung mulai 15 - 23 Februari 2020, menjadi solusi mewujud punya rumah sendiri.

Masyarakat calon konsumen bisa mencari rumah dekat Stasiun KRL serta bisa langsung melakukan booking di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Selain itu, mereka juga memberlakukan gimmick promosi bebas biaya uang muka alias down payment (DP).  Diantaranya, pengembang PT Alam Persada Sentosa yang bakal menampilkan proyek Nuansa Alam Cilebut Asri, distand No. 84 Hall B JCC. Sesuai namanya, hunian ini berlokasi di daerah Cilebut, Bogor, yang jaraknya lebih kurang satu kilometer dari Stasiun KRL Commuter Line Cilebut. "Rumah ini berjarak sekitar 1 kilometer dari Stasiun Cilebut, jadi cuma lima menit," ujar Ismail, tenaga pemasaran. 

Secara keseluruhan, bakal ada 500 unit rumah yang dibangun secara bertahap. Setiap blok terdiri dari 25 sampai 30 unit rumah. Saat ini, terdapat 25 unit sudah selesai konstruksinya dan siap untuk diserahterimakan kepada konsumen dalam waktu dekat. Selebihnya, 60 unit lagi sedang dibangun. Menurut rencana, 30 unit akan selesai pada akhir tahun 2018 dan 30 unit lagi rampung pada pertengahan tahun 2019. PT Alam Persada Sentosa menawarkan hanya satu tipe rumah yakni 47/87 meter persegi. 

Namun demikian, ada beberapa rumah yang posisinya di sudut dengan luas tanah lebih luas. "Di sini semua tipenya sama, tapi kalau di hook ada yang luas tanahnya 112-115 meter persegi," lanjutnya. Untuk dapat memiliki rumah ini, konsumen harus merogoh kocek sekitar Rp 445.925.000. Pembayarannya bisa dilakukan secara tunai dan melalui kredit pemilikan rumah (KPR). Jika konsumen ingin membayar secara tunai, pengembang menerapkan skema pembayaran bertahap. Pertama, pembayaran 40 persen mulai dari pembangunan fondasi sampai bangunan setinggi satu meter. Kedua, pembayaran 40 persen lagi setelah rumah itu selesai dibangun sampai atap. "Selanjutnya 20 persen lagi waktu serah terima bangunan," imbuh Ismail. 

Untuk pembayaran melalui KPR, Ismail mengatakan, konsumen bisa mencicil tanpa dikenakan DP. Selain itu, pengembang juga tidak memberlakukan biaya apa pun selama pengumpulan berkas sampai nantinya disetujui oleh bank, yaitu Bank Tabungan Negara. Saat pelaksanaan akad kredit nanti baru ada biaya asuransi jiwa dan booking fee sebesar Rp 15 juta.