Cara Mudah Menghitung Bunga KPR

Cara Mudah Menghitung Bunga KPR image
Kendati tak sedikit masyarakat yang mengacuhkan masalah bunga, namun perhitungan kredit tetap berdampak pada nilai total pinjaman.
JAKARTA, SELASA (31/3/2020) - Jika ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank, yang harus diperhatikan yaitu jumlah cicilan yang harus dibayar hingga lunas dan plafond yang tersedia. Selain itu, cicilan kredit terinci dari jumlah pinjaman ditambah bunga yang dibebankan kepada nasabah atas debitur tersebut. Kendati tak sedikit masyarakat yang mengacuhkan masalah bunga, namun perhitungan kredit tetap berdampak pada nilai total pinjaman. Setiap jenis Kredit mempunyai Cara perhitungan bunga sendiri dan kebijakan yang diterapkan pada berbagai Kredit tersebut tidaklah sama. Sebelum mengajukan permohonan Kredit sebaiknya diperhatikan cara menghitung persen bunga pinjaman untuk memeriksa kebenaran penghitungan bunga yang ditetapkan pada Kredit tersebut. Dengan memiliki wawasan tentang penghitungan bunga dari jenis Kredit yang diajukan, selanjutnya bisa dianalisa berapa besarnya cicilan atau angsuran yang dibebankan kepada nasabah atau debitur serta jangka waktu pinjaman tersebut bisa dilunasi. Hanya dengan begitu bisa mengatur keuangan lebih optimal. Secara umum jenis-jenis bunga yang ditawarkan oleh bank sebagai lembaga penyedia Pinjaman cukup beragam, tetapi pada kesempatan ini hanya dibahas tentang 2 jenis perhitungan bunga. Inilah Cara Menghitung bunga berdasarkan jenis Kredit yang diajukan: 1. Bunga flat Dibandingkan dua jenis penghitungan bunga lainnya, tipe penghitungan bunga flat adalah yang paling Mudah dan sederhana. Anda bahkan bisa memperoleh contohnya dari berbagai brosur Kredit tanpa agunan atau Kredit kepemilikan kendaraan bermotor. Biasanya pada brosur yang menawarkan Kredit motor Anda bisa menemukan kolom-kolom berisi angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya. Deretan angka tersebut berlaku hingga Kredit lunas atau akhir Pinjaman. Jumlah angsuran pada kolom-kolom tersebut dihitung Dengan metode rata atau flat. Pada tipe Kredit ini nilai bunga beserta plafon akan dihitung secara seimbang sesuai Dengan tenor Pinjaman atau jangka waktu. Untuk memudahkan Anda gambaran penghitungan bunga flat ini, berikut ini adalah contoh kasusnya: Tuan A mengajukan Kredit tanpa agunan sebesar 240 juta rupiah Dengan jangka waktu pelunasan 12 bulan dan akan dibebankan bunga Pinjaman sebesar 10% setiap tahunnya. Inilah angsuran yang harus dibayar oleh Tuan A setiap bulannya. Sebagai Contoh: Jumlah Pinjaman :240 juta Bunga per tahun :10% Jangka waktu : 12 bulan Cicilan pokok: Rp. 240 juta : 12 bulan = Rp 20 juta/bulan Bunga: (Rp 240 juta X 10%) : 12 bulan = Rp 2 juta Angsuran setiap bulan: Rp 20 juta + Rp 2 juta = Rp 22 juta Dari total Pinjaman tersebut setelah dihitung Dengan metode perhitungan bunga flat maka angsuran yang harus dibayar oleh Tuan A hingga Pinjaman tersebut lunas adalah 22 juta rupiah setiap bulannya. Karena jenis perhitungan bunganya adalah flat maka nilai angsurang tak akan mengalami perubahan atau tetap. 2. Bunga efektif Untuk penghitungan bunga yang satu ini semakin lama jumlah angsuran akan semakin sedikit. Pinjaman ini dalam penerapan bunganya angsuran dihitung sesuai sisa jumlah total Pinjaman. Sistem perhitungan ini pada umumnya dibebakan untuk Kredit jangka panjang seperti Kredit investasi atau KPR. Tentu saja seiring berjalannya waktu beban bunga yang harus dibayarkan nilainya akan semakin berkurang dan lebih kecil bila dibandingkan perhitungan bunga flat. Demikian adalah ilustrasinya: Tuan B mengajukan Pinjaman sejumlah Rp 240 juta. Berapa angsuran yang harus dibayarkan setiap bulannya: Untuk Menghitung bunga rumusnya adalah: SP X i X (30/360) SP : saldo pokok Pinjaman dari bulan sebelumnya i : suku bunga setiap tahunnya 30 : jumlah hari dalam satu bulan 360 : jumlah hari dalam setahun Pokok Pinjaman : Rp 240 juta Bunga : 10% per tahun Jangka waktu Kredit : 24 bulan Angsuran bulan 1: = Rp 240 juta X 10% X (30 hari/360 hari) = Rp 2 juta Angsuran pokok ditambah bunga pada bulan 1 = Rp 10 juta + Rp 2 juta = Rp 12 juta. Angsuran bulan 2: = Rp 230 juta X 10% X (30 hari/360 hari) = Rp 1.191. 666.67 Dari perhitungan ini Anda tentu bisa melihat bahwa bunga pada setiap angsuran menjadi lebih kecil. Nah, demikianlah Cara Menghitung bunga yang paling sering diterapkan. Jangan lupa untuk menyesuaikan kemampuan membayar, sehingga tidak ada masalah ke depannya.