Cara Mengatur Keuangan Agar Tak Menipis

Cara Mengatur Keuangan Agar Tak Menipis image
Mewabahnya virus Covid-19 ternyata tak hanya berdampak pada sektor ekonomi makro yang makin terpuruk. Bahkan tak sedikit perusahaan ikut merumahkan para pekerjanya hingga berujung pemutusan hubungan kerja (PHK).
JAKARTA, RABU (29/4/2020) - Mewabahnya virus Covid-19 ternyata tak hanya berdampak pada sektor ekonomi makro yang makin terpuruk. Bahkan tak sedikit perusahaan ikut merumahkan para pekerjanya hingga berujung pemutusan hubungan kerja (PHK). Apalagi, kondisi finansial saat ini seperti pencabutan tunjangan, kebijakan perusahaan yang hanya bisa membayar separuh gaji karyawannya. Nah, kemudian bagaimana cara mengatur keuangan agat tak menipis? Berikut tips mengatur keuangan saat Ramadhan di tengah pandemi Covid-19: 1. PONDASI KEUANGAN Langkah pertama yang harus diperhatikan yaitu pondasi keuangan. Dengan memastikan pondasi keuangan yang sehat, maka akan lebih mudah menjalani bulan puasa di tengah pandemi Covid-19. Adapun cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur gaya hidup untuk lebih hemat. Secara logika pengeluaran menurun karena tidak ada pengeluaran transpotrtasi, makan di luar dan hiburan. 2. PRIORITAS PENGELUARAN Selanjutnya yaitu lebih memperhatikan budget pengeluaran yang harus lebih prioritas. Langkah ini sangat penting agar alokasi uang tidak dihamburkan kurang maksimal manfaatnya, sehingga dapat merugikan pada kondisi yang tidak pasti ini. Prioritas itu misalnya yang wajib seperti belanja kebutuhan pokok, bayar listrik. 3. HINDARI BIAYA TINGGI Cara selanjutnya adalah menghindari pengeluaran tetap berbiaya tinggi tentunya akan membantu dalam menghemat anggaran. Misalkan saja langganan TV kabel dengan biaya besar yang pada dasarnya tidak merupakan kebutuhan primer. Namun, jika memang kebutuhan itu dibutuhkan menjalankan WFH (Bekerja Dari Rumah) maka harus memprioritaskan kebutuhan kerja. Khususnya saat bekerja dengan kebutuhan internet yang tinggi. 4. JANGAN MUDAH TERJEBAK Biasanya dibulan puasa, banyak promo menarik untuk peningkatkan penjualan. Tapi jangan mudah tergoda jika promo itu akhirnya bisa merugikan keuangan. Boleh saja memanfaatkan promo namun hanya sebatas kebutuhan prioritas. 5. BIAYA TAK TERDUGA Selain tetap memprioritaskan kebutuhan penting, juga disarankan untuk menghindari penggunaan dana tak terduga. Saat kondisi pandemi, maka harus menyiapkan dana tak terduga minimal 3 sampai 6 bulan kedepan. Ini penting pada situasi tidak pasti saat ini, dan kemungkinan pendapatan terhenti terbuka lebar. 6. SUMBER BARU Selanjutnya dibutuhkan mencari sumber pendapatan baru.Manfaatkan kebutuhan saat ini untuk menghasilkan uang. Misalkan saja dengan berjualan kue kering secara online atau menjual masker buatan sendiri secara online.