Cara Mencegah Virus Corona di Rumah

Cara Mencegah Virus Corona di Rumah image
Oleh karena itu, tak ada salahnya terus meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan pola hidup sehat.
JAKARTA, SELASA (17/3/2020) - Mewabahnya virus Covid 19 atau Corona, tak bisa dipungkiri juga meresahkan penghuni disejumlah perumahan. Oleh karena itu, tak ada salahnya terus meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan pola hidup sehat. Bahkan, untuk mencegah penyebaran virus Corona tersebut juga bisa memulai dengan menjaga kebersihan di rumah, lingkungan yang sterilitasnya bisa dikontrol dengan mudah. Berikut cara membuat lingkungan rumah tetap sehat dan mencegah, keluarga tersayang agar terhindar dari Coronavirus. UPAYA EKSTRA Memasang Air Purifier Sebagai upaya ekstra memastikan kebersihan udara yang dihirup di rumah, Anda bisa membeli atau memasang air purifier. Peralatan ini memiliki kemampuan untuk menyaring udara dan membersihkannya dari virus, bakteri, dan jamur. Pengurangan organisme-organisme berbahaya ini bisa menekan risiko terjangkit Coronavirus yang utamanya disebabkan dari penularan melalui udara dan pernapasan. MAKSIMALKAN KEBERSIHAN Bersihkan Rumah dan Bersihkan Diri Jika Anda sudah terbiasa menjaga kebersihan rumah dan kebersihan diri dengan maksimal, Anda hanya perlu sedikit meningkatkan kewaspadaan. Pastikan Anda membersihkan bagian-bagian rumah secara menyeluruh sampai ke tempat-tempat yang tersembunyi dan sulit dijangkau. Begitu juga dengan kebersihan diri. Mandi dua kali sehari, cuci tangan setiap akan beraktivitas, habis beraktivitas, sebelum dan sesudah makan. Tutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin. BATASI TAMU Batasi Tamu yang Datang Berkunjung Apabila tamu yang akan datang memiliki keperluan yang tidak terlalu mendesak, tunda dan bertemulah di tempat lain di luar rumah. Membawa masuk orang asing ke dalam rumah di tengah wabah penyakit seperti Coronavirus hanya akan meningkatkan risiko dan potensial terjangkiti virus tersebut karena kita tidak mengetahui kondisi kesehatan dari tamu yang datang ke rumah. JAGA BARANG PRIBADI Hindari Berbagi Barang-barang Rumah Tangga Pada dasarnya berbagi barang-barang rumah tangga yang bersifat pribadi seperti sikat gigi, pisau cukur, sabun batang, atau pakaian dalam memang tidak higienis dan selalu berisiko untuk menularkan penyakit kepada orang yang memakainya bersamaan.Terlebih dengan ketidakpastian yang muncul akibat persebaran Coronavirus. Sebaiknya jangan pernah menggunakan barang-barang rumah tangga yang bersifat pribadi secara bersamaan karena terlalu berisiko. KONSUMSI MAKANAN SEHAT Menjaga Kebersihan Makanan yang Dikonsumsi Pastikan Anda menjaga kebersihan makanan yang akan dikonsumsi, terutama bahan-bahan makanan yang terdiri dari daging. Kita tidak pernah tahu virus atau bakteri apa yang bersarang pada makanan-makanan yang akan dikonsumsi. Maka dari itu, cara paling mudah adalah memastikan kebersihannya sebelum dimasak dan kematangan makanan setelah dimasak untuk mengurangi risiko terkena Coronavirus. Pencegahan utama Coronavirus adalah menciptakan lingkungan rumah yang bersih, higienis, rapi, dan terawat. Apabila langkah-langkah tersebut sudah dilakukan, risiko Anda dan keluarga untuk terserang virus Corona akan lebih kecil dibandingkan dengan keluarga yang tidak menjaga kebersihan diri dan rumahnya. Seperti diketahui sebelumnya, sejak Akhir 2019, dunia dikejutkan dengan merebaknya wabah penyakit Corona yang berasal dari Wuhan, China. World Health Organization mengklasifikasikannya mirip dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Gejala-gejala umum dari Coronavirus adalah demam yang berkepanjangan, batuk-batuk, dan kesulitan bernapas. Jika terlambat dideteksi dan ditangani, akan muncul penyakit-penyakit lain seperti pneumonia, gangguan pernapasan akut, gagal ginjal, sampai kematian. Hingga kini, WHO, pemerintah negara-negara yang warganya terkena Coronavirus, dan para ahli masih kesulitan mengidentifikasi Coronavirus secara komprehensif karena simpang-siurnya informasi, gejala, serta data-data yang ada. WHO mengakui, bahwa vaksin atau obat Coronavirus kemungkinan baru bisa tersedia pada 18 bulan ke depan. Seseorang dapat terinfeksi Coronavirus apabila melakukan kontak dengan penderita melalui bersin atau batuk. Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui Menteri Kesehatan Dr Terawan memastikan belum ada satupun kasus positif Coronavirus.