Cara Bijak Pilih Developer Idaman

Cara Bijak Pilih Developer Idaman image
Punya rumah sendiri merupakan salah satu tujuan hidup bahkan menjadi standar kesuksesan bagi banyak orang. Tak heran jika peluang ini dimanfaatkan oleh developer atau pengembang properti berlomba-lomba memberikan penawaran menarik kepada calon konsumennya untuk memiliki hunian.
JAKARTA, KAMIS (30/4/2020) - Punya rumah sendiri merupakan salah satu tujuan hidup bahkan menjadi standar kesuksesan bagi banyak orang. Tak heran jika peluang ini dimanfaatkan oleh developer atau pengembang properti berlomba-lomba memberikan penawaran menarik kepada calon konsumennya untuk memiliki hunian. Namun, tetap selalu bijak serta tidak mudah atau terburu-buru mengambil keputusan. Bagi masyarakat yang masih awam terhadap developer properti, tak perlu takut dan menjadi ragu untuk membeli rumah karena adanya segelintir oknum yang tak bertanggungjawab. Aktif mencari tahu tentang reputasi adalah cara cerdas yang harus dilakukan sebelum memilih developer. Kemudian ciri-ciri mengenali developer nakal yaitu;

1. Terdapat perbedaan rincian informasi yang disampaikan dari brosur dengan costumer service
2. Menjual harga murah di bawah pasaran yang tak masuk di akal
3. Kredibilitas dan perizinan yang meragukan Pada dasarnya, bantuan jasa developer memang sangat membantu bagi yang ingin memiliki hunian.Namun tetap saja harus waspada dan tetap jeli agar tidak menimbulkan kerugian.

Setelah mengetahui ciri-ciri developer yang tak bertanggungjawab, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengikuti tips membeli rumah dari developer yang aman:


1. KENALI REPUTASI DEVELOPER Mencari tahu reputasi developer adalah langkah awal yang harus dilakukan sebelum memilihnya. Dengan mengetahui reputasinya, dapat mempertimbangkan dan menilai apakah developer tersebut dapat bertanggung jawab dalam berbagai urusan nanti. Cara mudahnya dapat membaca secara detail melalui website dan media sosialnya untuk melihat portofolio dari proyek-proyek apa saja sudah mereka lakukan selama ini. Selain itu, rajin-rajin juga untuk mengecek pemberitaan di media dan internet untuk mengetahui apakah developer tersebut pernah tersandung kasus-kasus negatif yang merugikan konsumennya.

2. PERHATIKAN LEGALITAS Untuk menghindari masalah yang dapat terjadi di kemudian hari seperti penyegelan oleh pihak berwenang, penolakan kredit bank, dan masalah lainnya, maka harus memperhatikan legalitas dari rumah yang ingin dibeli dari developer. Tanyakan ke pihak developer apakah rumah tersebut sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau belum, karena jika belum ada untuk sebaiknya ditunda. Langkah ini penting karena setiap mendirikan bangunan wajib hukumnya untuk memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang sudah diatur oleh Undang-Undang 28 Tahun 2000 tentang Bangunan Gedung.

3. KEJELASAN SERTIFIKAT Biasanya ketika membeli rumah melalui developer, sertifikat rumah akan sudah diganti nama dari pemilik lama menjadi nama developer. Jika tertarik membeli, pastikan menanyakan lebih jelas dan pastinya kapan sertifikat tersebut dapat beralih menjadi atas nama pembeli. Hal ini sangat penting karena jika sertifikat belum balik nama menjadi nama pembeli, maka tidak dapat melakukan alih kredit (take over) ke bank lain dari bank saat ini. Pihak bank akan meminta sertifikat atas nama pembeli agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan dijadikan sebagai jaminan yang sah di mata hukum.

4. JANGAN BAYAR DOWN PAYMENT Sebelum pinjaman yang diusulkan disetujui oleh pihak bank, maka jangan pernah membayar uang muka atau down payment (DP) yang sudah ditentukan kepada pihak developer. Alasannya sederhana karena tidak ada jaminan pihak bank akan menyetujui KPR rumah yang diinginkan meskipun developer sudah bekerjasama dengan bank. Jika tetap nekat membayar DP ke developer dan KPR ditolak oleh bank, maka akan berisiko uang DP tersebut sulit kembali atau mendapatkan potongan sekian persen.

5. PELAJARI KEWAJIBAN DEVELOPER Risiko membeli hunian melalui developer memang besar terjadi, oleh karena itu sangat penting untuk mempelajari apa saja kewajiban developer jika sampai terjadi wanprestasi. Langkah mudahnya adalah harus membaca secara rinci dan jelas Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum menandatangani berita acara serah terima hunian tersebut.

6. AKTE JUAL BELI Langkah lebih lanjut jika sudah setuju dengan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), maka segeralah menjadwalkan penandatanganan Akta Jual Beli (AJB) yang merupakan bukti sah hak atas tanah dan bangunan sudah beralih dari developer kepada pihak lain yaitu pembeli sebagai pemilik baru. AJB ini harus dilakukan bersama developer di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

7. JANGAN TRANSAKSI DIBAWAH TANGAN Berisiko besar hingga menimbulkan kerugian ketika melakukan transaksi jual beli rumah di bawah tangan atau atas dasar kepercayaan yang menggunakan kwitansi sebagai tanda bukti. Ikutilah aturan prosedur di atas sesuai hukum. Jika rumah yang akan dibeli masih dalam status dijaminkan atau diagunkan di bank, maka lakukan pengalihan kredit dan dibuatkan Akta Jual Beli (AJB) di hadapan notaris. Bukan persoalan yang mudah memang ketika memilih developer yang terpercaya dan memiliki rekam jejak baik.

Jika masih bingung dan ragu, segeralah cari informasi sebanyak mungkin dan bertanyalah kepada teman, saudara, atau keluarga yang pernah membeli rumah di developer properti. Yang pasti selalu berpikir matang dan jangan bertindak gegabah dalam mengambil keputusan agar tidak mengalami kerugian di kemudian hari.