Cara Beli Rumah Secara Virtual Agar Tetap Aman

Cara Beli Rumah Secara Virtual Agar Tetap Aman image
Ditengah pandemi virus Corona, ternyata membuat tren transaksi online atau virtual semakin meningkat.
JAKARTA, RABU (6/5/2020) - Ditengah pandemi virus Corona, ternyata membuat tren transaksi online atau virtual semakin meningkat. Fenomena ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah yang membatasi pergerakan masyarakat melalui pemberlakuan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Namun demikian, calon konsumen properti harus mempunyai cara beli rumah secara virtual agar tetap aman dalam bertransaksi karena nilainya yang tak kecil. Berikut cara beli rumah secara online tapi tetap aman; PILIH LOKASI HUNIAN Sebelum menentukan pilihan hunian secara online atau virtual, sebaiknya harus tahu lokasinya. Apakah rumah yang ingin dibeli baik secara kredit atau cash benar-benar berlokasi strategis yaitu dekat dengan angkutan umum maupun tak memakan waktu lama menuju ke tempat bekerja. Jangan terfokus pada kualitas bangunan atau desain rumah, karena itu masih bisa dilakukan renovasi sendiri kedepannya. PASTIKAN RIWAYAT DEVELOPERNYA Langkah selanjutnya yaitu memastikan terlebih dahulu tentang riwayat developer yang akan dipilih sebagai pengembang perumahan tersebut. Pastikan developer yang memiliki reputasi terbaik. Apakah memiliki riwayat gagal bangun maupun terdeteksi sebagai developer nakal atau tidak. Layanan pengembang bisa dicek melalui internet maupun survei langsung ke perumahan tersebut jika sudah ada sebagian yang dihuni. PAHAMI HAK DAN KEWAJIBAN Pahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, karena jika terjadi perselisihan bisa menyebabkan kelemahan atau kurang bukti jika ingin berlanjut ke ranah hukum apabila terjadi kerugian. PASTIKAN WEBSITE OFFICIAL Pastikan developer tersebut memiliki website official dan bukan buatan individu oknum sales nakal. Cari tahu apakah situs tersebut benar-benar milik pengembang perumahan yang ingin dibeli. Langkah ini sangat penting untuk menghindari cyber crime yang sangat merugikan. Website developer terpercaya biasanya dilengkapi metode perlindungan keamanan, tidak minta pembayaran booking kepada individu sales tapi langsung atasnama perusahaan properti tersebut. Cek kemanan website dengan mencari-cari info mana yang aman dan tidak aman. Jangan langsung tertarik dengan diskon dan promo menarik yang mempunyai pengikut namun tidak sebanding dengan testimoni. TELITI DESKRIPSI BROSUR Teliti membaca deskripsi unit rumah yang ditawarkan melalui brosur atau pada player online. Beli rumah secara virtual tentu tidak membuat konsumen bisa melihat langsung kondisi fisik unit yang diincar. Baca secara detail deskripsi soal kualifikasi bangunan. Perhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Masing-masing website pengembang memiliki syarat dan ketentuan dalam menyediakan layanan. KEBIJAKAN DATA PRIBADI Perhatikan poin penting yaitu pengelola website developer tidak boleh memberikan data pribadi konsumen ke pihak lain. Pastikan sudah membaca dan memahami sebelum melakukan transaksi. Jangan lupa perhatikan kebijakan sebelum membayar uang booking. Karena transaksi melalui transfer, harus diperhatikan soal garansi atau jaminan. Misalkan, uang booking akan kembali 100% jika proses pengajuan KPR ditolak oleh bank atau bakal hangus jika konsumen mengundurkan diri. MINTA BUKTI Setelah melakukan transaksi pelunasan uang booking, selain bukti transfer konsumen juga harus minta dikirim invoice atau tanda booking pada unit yang telah dipilih. Langkah itu sangat penting untuk menghindari kerugian tak terduga misalnya seperti penjualan unit ganda kepada konsumen lain. Jangan lakukan transfer ke pihak marketing secara individu, namun harus ke rekening perusahaan properti tersebut. Tujuannya untuk menghindari penipuan. Hati-hati juga dalam memilih dan menggunakan sistem pembayaran uang booking melalui cash on delivery, atau kartu kredit. Jenis penipuan yang paling banyak saat beli rumah secara online adalah rekayasa sosial atau social enggineering. Para pelaku mengontak korban dengan mengaku sebagai marketing developer mengajak transaksi diluar management atau minta data rahasia seperti PIN password dan kode OTP. SIMPAN BUKTI TRANSAKSI Setelah melakukan pembayaran uang booking rumah secara online, jangan lupa menyimpan bukti transaksi sebagai antisipasi jika terjadi komplain maupun wanprestasi developer. Simpan semua jenis informasi detail terkait transaksi termasuk deskripsi brosur atau struk ATM bukti transfer ke pembayaran. PASTIKAN BERKAS DIPROSES Setelah pembayaran uang booking, pastikan berkas yang sudah dilengkapi serta dikirim via email akan diproses oleh developer kepada pihak bank. Ikuti dan monitor progres berkas hingga pengajuan KPR bisa disetujui oleh bank. Apabila mendapat persetujuan bank dengan kesepakatan pengajuan plafon pinjaman sesuai harapan, tahap selanjutnya menunggu jadwal proses akad kredit. Biasanya proses akad kredit dilakukan dihadapan notaris yang telah ditunjuk oleh bank tersebut.