Bagaimana Nasib Cicilan KPR, Jika Nasabah di PHK saat Pandemi Virus Corona?

Bagaimana Nasib Cicilan KPR, Jika Nasabah di PHK saat Pandemi Virus Corona? image
Namun, jangan cemas terlebih dahulu karena masih ada beberapa opsi yang bisa ditempuh sebagai alternatif sementara.
JAKARTA, KAMIS (16/4/2020) - Seperti pepatah, nasib tak ada seorangpun yang tahu dimasa kedepannya, baik buruknya hanya Sang Pencipta yang Maha Mengetahui. Begitu pula bagaimana nasib cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), jika nasabah mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja ditengah pandemi virus corona? Namun, jangan cemas terlebih dahulu karena masih ada beberapa opsi yang bisa ditempuh sebagai alternatif sementara. Berikut solusi yang dapat dijadikan refrensi;

RESTRUKTURISASI Restrukturisasi merupakan kebijakan bank yang dapat memberikan keringanan bagi nasabah atau debitur. Kebijakan ini memang diperuntukan dalam kondisi tertentu, seperti nasabah sedang mengalami pengurangan gaji atau penghasilan menurun. Untuk mengajukan permohonan Restrukturisasi, debitur mendownload form di bawah ini kemudian lengkapi data-data anda. Selanjutnya, debitur mengisi data pengajuan online di bawah dan mengupload dokumen yang telah diisi dan ditandatangani dalam bentuk foto atau scan disertai dokumen identitas diri. Atau bisa dikirimkan melalui email ke restruk.online@btn.co.id. Langkah – langkah Restrukturisasi Online :
  1. Debitur melakukan download : • File form permohonan restrukturisasi • File form penghasilan • File form Pernyataan Terdampak Covid -19
  2. Debitur mengisi dan menandatangani form yang telah didownload(Form Permohonan Restrukturisasi/Keringanan,Form Penghasilan dan form Pernyataan terdampak Covid-19)
  3. Debitur melakukan foto / scan terhadap : a. KTP b. Form Permohonan Restrukturisasi c. Form Penghasilan / slip gaji d. Form pernyataan terdampak Covid-19 e. Swafoto / selfie tampak depan debitur dengan memegang KTP, Form Permohonan Restrukturisasi, Form Penghasilan / slip gaji dan Form pernyataan terdampak Covid-19.
  4. Hasil Foto / scan sesuai poin 3 ( tiga ) di atas dapat dikirimkan ke email restruk.online@btn.co.id dengan : Format email : Judul email (Restrukturisasi BTN , Nama : Nomor Rekening : Attach File disesuaikan dengan jenis form + nama debitur) Contoh : Judul : Restrukturisasi BTN, Ardiansyah, 00010001000 Attach file : a. KTP Ardiansyah b. Form Permohonan Restrukturisasi Ardiansyah c. Form Penghasilan Ardiansyah d. Form pernyataan terdampak Covid-19 Ardiansyah
  5. Pastikan nomor telepon/WA/alamat email debitur aktif, karena apabila permohonan disetujui debitur akan menerima informasi melalui telepon, WA,atau email berisi persetujuan restrukturisasi dan addendum Perjanjian Kredit ( PK ) terkait restrukturisasi dari petugas Bank BTN.
  6. Apabila debitur menyetujui, debitur dapat menandatangani addendum PK (restrukturisasi), kemudian mengirimkan kembali kepada petugas Bank BTN. OVER KREDIT Pada dasarnya saat memutuskan rumah over kredit adalah memindahkan pinjaman hunian yang sudah berjalan di sebuah bank kepada pihak lain. Keputusan over kredit ini bisa menjadi opsi ketika nasabah sedang mengalami PHK oleh perusahaannya karena terdampak pandemi virus Corona.

Menjalani proses over kredit melalui bank adalah over kredit secara resmi melalui alih debitur. Berikut cara pengajuan over kredit;
  1. Kunjungi bagian kredit administrasi di bank atau layanan pelanggan, dan bisa mengajukan peralihan hak kredit.
  2. Mengajukan permohonan kredit untuk nantinya bertindak sebagai debitur baru menggantikan posisi Anda (penjual) sebagai debitur lama.
  3. Apabila kredit tersebut disetujui bank, maka pembeli akan bertindak sebagai debitur baru menggantikan posisi Anda penjual sebagai debitur lama.
  4. Pembeli nantinya akan menandatangani perjanjian kredit baru atas namanya, berikut akta jual beli dan pengikatan jaminan (SKMHT). Dengan demikian Anda telah lepas dari kewajiban untuk membayar cicilan KPR serta menerima uang hasil kesepakatan jual beli melalui over kredit tersebut.